Fadli Zon: Wacana Amendemen Kelima UUD 1945 Jangan Rugikan Masyarakat

Fadli Zon: Wacana Amendemen Kelima UUD 1945 Jangan Rugikan Masyarakat
Wakil Ketua DPR Fadli Zon saat kunjungan kerja di Leuwiliang, Kabupaten Bogor, 27 Feb. 2019. ( Foto: Beritasatu / Vento Saudale )
Hotman Siregar / JAS Senin, 12 Agustus 2019 | 23:06 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon berkomentar terkait wacana amendemen UUD 1945. Menurutnya, amendemen UUD memerlukan kajian mendalam.

"Kalau mau amendemen UUD 1945 harus dikaji dengan cermat, jangan hanya untuk kepentingan sesaat," ujar Fadli di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (12/8/2019).

Fadli menjelaskan, kajian terhadap amendemen UUD 1945 harus di dalami sampai sejauh mana mau melakukan amendemen. Dari sisi substansi, naskah asli UUD 1945 dan penjelasannya dihilangkan sehingga Indonesia hampir memiliki naskah UUD yang baru.

Dia menegaskan, jangan sampai wacana amendemen UUD 1945 merugikan masyarakat.

"Kalau mau kembalikan seperti dulu dari poin yang sudah diamandemen 1-4, lalu hal apa yang akan dilakukan diamendemen berikutnya dengan bentuk adendum," katanya.

Dia mengatakan wacana amendemen UUD 1945 kelima itu bisa dibicarakan dengan semua fraksi. Sebab, mengubah konstitusi itu berdampak bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Fadli mencontohkan mengubah sistem pemilihan presiden, masa jabatan presiden, dan dihidupkan kembali Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN) itu berdampak bagi masyarakat Indonesia.



Sumber: Suara Pembaruan