Mantan Tentara DI/TII Ikrar‎kan Setia pada Pancasila

Mantan Tentara DI/TII Ikrar‎kan Setia pada Pancasila
Wiranto. ( Foto: Antara )
Robertus Wardi / AMA Selasa, 13 Agustus 2019 | 11:41 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Harokah Islam beserta mantan Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII) dan mantan tentara Negara Islam Indonesia (NII) berikrar setia pada pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika. Ikrar dinyatakan di depan Menko Polhukam Wiranto dan Ketua BPIP Jenderal (Purn) Farul Rozi di gedung Kantor Kementerian Koordinator Bidang politik, Hukum dan Keamanan (Kemenkopolhukam) Jakarta, Selasa (13/8/2019).

‎Pembaca ikrar yang hadir yakni KH. Sarjono Karyosuwiryo, KH. Dadang Fathurrahman, KH. Aceng Mi’rah Mujahidin, dan H. Yudi Muhammad Auliya.

Ada lima isi ikrar yang dibacakan yaitu‎ pertama, berpegang teguh pada pancasila dan UUD 1945. Kedua, setia kepada negara kesatuan republik indonesia (NKRI) dengan semboyan bhineka tunggal ika. Ketiga, menjaga persatuan dalam masyarakat majemuk agar tercipta keharmonisan, toleransi, kerukunan, dan perdamaian untuk mencapai tujuan nasional. Keempat, menolak organisasi dan aktivitas yang bertentangan dengan Pancasila. Kelima, meningkatkan kesadaran bela negara dengan mengajak komponen masyarakat untuk menjaga persatuan dab kesatuan bangsa.

Seusai pembacaan Ikrar, Wiranto mengemukakan menjelang proklamasi kemerdekaan Indonesia ke-74, Indonesia bersyukur karena niat, keinginan atau semangat dari mantan DI/TII dan NII bersama keluarga besar Harokah Islam Infonesia beserta pendukung dan simpatisannya, sadar bahwa persatuan sangat penting. Dengan persatuanlah bangsa ini bisa berkompetisi dengan negara lain.

Apa yang dilakukan para mantan DI/TII dan mantan NII diharapkan bisa menyadarkan kelompok lain yang masih punya niat menggantikan ideologi Pancasila.

"Mereka berikrar tadi bahwa wadah nusantara adalah NKRI. Bapak Presiden dan kita semua menyambut baik atas keikhlasan saudara-saudara sekalian dan teman-teman di luar sana yang berikrar untuk NKRI‎. Tentu kita berharap kesadaran semacam ini tidak hanya berlaku di ruangan ini, tetapi menyebar dan dapat diikuti oleh teman-teman lain yang masih menduakan ideologi Pancasila, yang masih memiliki keinginan untuk mengubah Pancasila. Mudah-mudahan momen ini menjadi contoh yang baik untuk teman-teman yang belum sadar," jelas Wiranto.



Sumber: Suara Pembaruan