Demokrat Gabung ke Jokowi-Ma'ruf, Ini Kata Wiranto

Demokrat Gabung ke Jokowi-Ma'ruf, Ini Kata Wiranto
Wiranto. ( Foto: Antara )
Carlos KY Paath / YUD Selasa, 13 Agustus 2019 | 21:28 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Partai Demokrat (PD) disebut-sebut bakal bergabung dengan pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin (Jokowi-Ma'ruf). Menurut Menteri Koordinator Politik, Hukum, Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto, masing-masing partai politik (parpol) tentu mempunyai keputusan.

“(Dukungan) itu kan keputusan politik dari para pimpinan politik dalam rangka kesinambungan politik dari masing-masing parpol. Mau koalisi atau tidak tergantung mereka (PD),” kata Wiranto kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (13/8/2019).

Terkait kelanjutan jika benar ada dukungan dari PD, Wiranto menyatakan, hal itu tergantung Jokowi sebagai presiden terpilih. “Soal bagaimana selanjutnya tergantung presiden. Kita serahkan ke presiden, enggak usah kita tanggapi sana sini. Nanti malah ribut. Biarkan proses politik berjalan,” ucap Wiranto.

Menurut Wiranto, bentuk koalisi seperti apapun tidak ada permasalahan, sepanjang bisa memperkuat posisi pemerintah. Khususnya dalam mengambil kebijakan selama lima tahun mendatang. Wiranto mengatakan, pemerintah memerlukan kebijakan kuat.

Sementara itu, Ketua Umum (ketum) Partai Golkar (PG) Airlangga Hartarto menyatakan, partainya sudah mendengar bahwa PD berencana bergabung dengan pemerintah. Meski begitu, lanjut Airlangga, belum ada komunikasi partai-partai koalisi Jokowi-Ma'ruf dengan PD.

Di sisi lain, Airlangga mengatakan, keberadaan partai tambahan ke dalam koalisi bisa berlangsung di berbagai tempat. “Koalisi bisa di parlemen, bisa di banyak tempat. Kalau di parpol kan, kursinya di parlemen. jadi tentu akan bisa memperkuat koalisi di parlemen,” ucap Airlangga.

Airlangga menjelaskan, kebijakan-kebijakan pemerintah nantinya pasti membutuhkan persetuan parlemen. “Apakah itu terkait perundang-undangan, apakah terkait fungsi anggaran. apa juga dengan pengawasan. dengan semakin besar koalisi, tentu itu akan memperkuat posisi pemerintah,” tegas Airlangga. 



Sumber: Suara Pembaruan