MoU DPR-PT Jadi Landasan Peran Akademisi dalam Perancangan UU

MoU DPR-PT Jadi Landasan Peran Akademisi dalam Perancangan UU
Indra Iskandar. ( Foto: Istimewa )
Anselmus Bata / RIX Jumat, 9 Agustus 2019 | 22:35 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Keahlian (BK) DPR sekaligus Sekretatris Jenderal DPR, Indra Iskandar menyatakan penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) antara Setjen dan BK DPR dengan sejumlah perguruan tinggi (PT) merupakan landasan bagi akademisi untuk berperan dan memberikan masukan bagi anggota DPR dalam menghasilkan produk perundang-undangan.

Dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi disebutkan, salah satu MoU yang dijalin Setjen dan BK DPR adalah dengan Institut Pertanian Bogor (IPB). Indra menjelaskan, bentuk tindak lanjut dari penandatanganan tersebut akan dibuat perjanjian kerja sama. Kerja sama tersebut diharapkan dapat meningkatkan kontribusi akademisi, khususnya dalam perancangan undang-undang yang dilakukan dalam kegiatan penelitian, penyampaian naskah akademis maupun survei.

"Masukan dari berbagai kalangan baik universitas maupun asosiasi ini untuk memperkuat masukan-masukan kepada DPR nantinya, baik melalui naskah akademis maupun dalam kaitan penyampaian kebijakan publik dan produk hukum. Jadi IPB ini salah satu yang kita harapkan nantinya bisa berkontribusi dalam aspek itu,” terang Indra seusai menghadiri penandatanganan MoU antara Setjen dan BK DPR dengan IPB di Bogor, Jawa Barat, Jumat (9/8/2019).

Indra menerangkan sebelumnya Setjen dan BK DPR pernah melakukan berbagai kegiatan dengan IPB. Namun, perjanjian ini akan mempererat hubungan kedua lembaga tersebut dan diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih besar, terutama bagi DPR dalam melaksanakan tugas dan fungsi ke depannya.

Menanggapi penandatanganan MoU tersebut, Dekan Sekolah Bisnis IPB Noer Azam Achsani menyampaikan terima kasih atas terwujudnya kerja sama IPB dengan Setjen dan BK DPR. Pihaknya membuka ruang selebar-lebarnya bagi lembaga pemerintahan, termasuk DPR, untuk mewarnai pemikiran di perguruan tinggi.

Menurutnya, keputusan bisnis apa pun yang dibuat tidak terlepas dari keputusan politik. Hal tersebut dapat menjadi pelajaran penting bagi para akademisi maupun mahasiswa IPB.

“Kerja sama dengan DPR ini menurut saya sangat strategis. Kita ingin kegiatan ini nantinya tidak hanya sekali, setelah ini kita akan buka akses agar dapat audiensi dengan DPR, bagaimana cara mereka bisa berdebat dengan anggota DPR. Mereka mengetahui dan memahami politik, karena situasi politik di luar juga memengaruhi bisnis,” tutup Noer Azam.



Sumber: BeritaSatu.com