PKB: Perlu Evaluasi Serius Cara Membumikan Kembali Pancasila

PKB: Perlu Evaluasi Serius Cara Membumikan Kembali Pancasila
Abdul Kadir Karding ( Foto: istimewa )
Robertus Wardi / AMA Rabu, 14 Agustus 2019 | 12:03 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Kadir Karding mengemukakan, perlu evaluasi yang serius dan komprehensif terkait penanaman dan indoktrinasi terhadap ideologi Pancasila‎ yang berbasis kebangsaan. Evaluasi itu karena ada kelunturan dalam masyarakat terhadap nilai-nilai Pancasila. Yang digandrungi justru ideologi-ideologi yang diimpor dari luar seperit radikalisme dan terorisme.

"Memang harus ada satu evaluasi yang serius soal bagaimana ideologi Pancasila yang dibasiskan pada kebangsaan itu bisa kembali masuk ke semua lapisan masyarakat termasuk mahasiswa. Karena tantangan hari ini dengan masuknya paham-paham baru yang dimpor dari luar lewat media sosial, internet, ternyata cukup efektif menganggu dan mengurangi ideologi Pancasila atau ada alternatif-alternatif pilihan warga negara," kata Karding di Jakarta, Rabu (14/8/2019).

Karding yang juga anggota DPR ini berharap ada metode baru yang jitu dan efektif dalam membumikan kembali Pancasila. Metode itu harus bisa mengalahkan metode yang digunakan para pengagum ideologi lain yang ingin menggantikan Pancasila. Metode itu harus masuk ke kampus-kampus atau sekolah-sekolah agar para siswa benar-benar bisa tertanamkan nilai-nilai kebangsaan.

"Harus ada suatu cara, metode yang jitu dan efektif untuk menanamkan kembali ideologi kebangsaan, khususnya terhadap mahasiswa. Tentu banyak cara. Selain memang ideologi kita harus tanamkan sejak dini lewat kurikulum, tentu juga banyak kegiatan bersama atau sendiri-sendiri yang merangsang orang agar memiliki nasionalisme keindonesiaan," jelas Karding.

Dia juga menyarakan perlu didorong contoh dari para tokoh masyarakat formal maupun informal untuk senantiasa melakukan tindakan-tindakan yang mencerminkan keindonesiaan. Para tokoh-tokoh tersebut bisa menjadi panutan dan teladan dalam membumikan ideologi Pancasila.

"Tidak kalah pentingnya memang harus ada upaya sistematis dan serius untuk menanamkan ideologi kebangsaan dalam bentuk kelas-kelas tertentu. Kalau dulu kan ada P4 (Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila) dan BP7 (Badan Pembinaan Pendidikan Pelaksanaan Pedoman Penghayan dan Pengamalan Pancasila), nah sekarang kita ubah polanya sesuai kondisi kekinian," tutur anggota DPR dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah VI ini.

Dia juga meminta masyarakat sipil dan komunitas-komunitas masyarakat yang fokus dalam penegakan ideologi Pancasila agar aktif mengisi laman internet dan media-sosial tentang ideologi kebangsaan. Mereka tidak boleh kalah dengan kelompok-kelompok yang mengimpor ideologi lain di Indonesia.

Selain itu, harus ada penegakan hukum yang tegas dan serius terhadap mereka yang nyata-nyata tidak mengakui Pancasila. Tindakan tegas supaya negara memiliki wibawa dalam menegakkan ideologi kebangsaan.

 

 



Sumber: Suara Pembaruan