Jelang Muktamar PKB, Munas Ulama Nusantara Rumuskan Piagam Bali

Jelang Muktamar PKB, Munas Ulama Nusantara Rumuskan Piagam Bali
Muktamar PKB ( Foto: Istimewa )
Yustinus Paat / AO Kamis, 15 Agustus 2019 | 20:17 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menjelang pelaksanaan Muktamar V di Nusa Dua, Bali, 20-21 Agustus mendatang, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengumpulkan 1.000 kiai dari berbagai pelosok negeri dalam forum Musywarah Nasional (Munas) Alim Ulama se-Indonesia.

Acara yang dilaksanakan pada 20 Agustus 2019 itu akan dihadiri Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PB NU) KH Said Aqil Siroj dan tokoh-tokoh NU lainnya. Koordinator Munas Alim Ulama, Saifullah Maksum mengatakan, acara tersebut merupakan salah satu rangkaian Muktamar V PKB.

"Munas Alim Ulama se- Indonesia untuk membahas masalah-masalah kebangsaan, baik politik demokrasi, budaya, serta keagamaan," ujar Saifullah di Jakarta, Kamis (15/8/2019). Dikatakan, dalam forum tersebut para kiai juga akan melakukan diskusi terkait dengan revitalisasi model dakwah Wali Songo di era sekarang.

"Para kiai juga akan membuat rekomendasi kepada pemerintah untuk terus memperkuat basis Islam yang moderat dan seruan keagamaan alim ulama yang akan disebut dengan Watsiqah (Piagam) Bali," urainya.

Diharapkan lewat forum tersebut akan muncul rekomendasi yang dapat menciptakan terwujudnya kehidupan bermasyarakat yang damai tanpa ada permasalahan terkait terorisme, radikalisme, dan intoleransi yang belakangan menjadi isu serius yang dihadapi bangsa ini.

Tidak hanya itu, para ulama yang hadir dalam forum tersebut juga akan menggelar syukuran atas pelaksanaan Pemilu 2019, khususnya dengan terpilihnya pasangan Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma'ruf Amin sebagai presiden dan wakil presiden periode 2019-2024. Apalagi, Kiai Ma'ruf yang saat ini menjadi Mustasyar PBNU, sebelumnya merupakan Rais Aam atau pimpinan tertinggi PB NU.

Sekitar 1.000 ulama dan kiai pimpinan pondok pesantren sudah siap menghadiri Mukhtamar V PKB. Mereka antara lain cendekiawan Nadirsyah Hosen atau akrab disapa Gus Nadir. Ada pula dai kondang pimpinan Pondok Pesantren Ora Aji, Sleman, Yogyakarta, Miftah Maulana Habiburrahman atau lebih dikenal dengan Gus Miftah, yang selalu menebarkan ajaran Islam rahmatan lil alamin.

"Gus Nadir dan Gus Miftah sudah siap hadir bersama ulama dan kiai-kiai pengasuh pondok pesantren se-Indonesia," ujar Wakil Sekretaris Jenderal DPP PKB Ahmad Iman. Ahmad mengakui, Muktamar PKB ini bukan sekadar agenda bisa yang rutin dilakukan lima tahun sekali, namun menjadi kesempatan silaturahmi para ulama untuk membahas agenda-agenda kebangsaan dan keagamaan.

"PKB lahir dari rahim NU. Wajar kalau setiap agenda PKB dimeriahkan oleh ulama dan yang dibahas masalah-masalah kebangsaan dan keumatan," kata Ahmad.



Sumber: BeritaSatu.com