Mervin Komber Dinilai Layak Wakili Indonesia Timur di Kabinet

Mervin Komber Dinilai Layak Wakili Indonesia Timur di Kabinet
Ketua Badan Kehormatan DPD RI, Mervin I. S. Komber bersama masyarakat Papua Barat. ( Foto: Ist )
Yustinus Paat / AO Kamis, 15 Agustus 2019 | 20:36 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Tokoh muda Indonesia timur, Robertus Romrome mendukung penuh putra asli Papua Barat, Mervin Komber, untuk menjadi salah satu menteri di kabinet Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin periode 2019-2024. Menurut Romrome, Mervin Komber merupakan tokoh Indonesia timur yang bakal mampu mewujudkan program-program pemerintah ke depan.

"Saya merupakan salah satu unsur pemuda Indonesia timur yang sangat mendukung Ketua Badan Kehormatan DPD Mervin Komber sebagai representasi tokoh Indonesia timur untuk menjadi menteri di kabinet Jokowi-Ma'ruf," ujar Romrome di Jakarta, Kamis (15/8/2019).

Selain itu, kata Romrome, Mervin Komber sudah teruji pengalamannya dalam memimpin sala satu alat kelengkapan pada lembaga negara, yakni Ketua Badan Kehormatan DPD. Mervin juga sudah dua kali direkomendasikan oleh masyarakat Papua Barat sebagai anggota DPD dari Provinsi Papua Barat.

"Kapabilitas dan integritas serta rekam jejak Mervin tidak diragukan lagi. Apalagi, sebelumnya Mervin pernah menjabat sebagai Ketua Komisaris Daerah Papua dan Maluku PP PMKRI, serta juga menjadi Pengurus Pusat PMKRI serta aktif di berbagai organisasi kepemudaan, baik di kancah nasional maupun di Papua Barat," kata Romrome.

Romrome sangat mengapresiasi dan mendukung penuh Jokowi untuk merekrut generasi muda dan tokoh parpol yang memiliki kemampuan untuk menjadi menteri. Menurut dia, hal tersebut merupakan suatu jawaban atas tuntutan jaman dan tuntutan sistem perpolitikan Indonesia.

"Tetapi, saya mengingatkan agar Presiden juga harus memperhatikan kekuatan daerah sebagai suatu kekuatan politik. Representasi daerah pada sistem ketatanegaraan dan sistem perpolitikan Indonesia sudah sangat jelas ada pada UUD 1945 dan UU turunannya. DPD adalah representasi daerah dan juga merupakan kekuatan politik daerah, maka tidak salah jika daerah mengusulkan tokoh-tokohnya untuk menjadi menteri. Jangan sampai ada ketidakpercayaan kepada Presiden jika usulan ini tidak diindahkan," kata staf ahli Wakil Ketua DPD itu.



Sumber: BeritaSatu.com