Ketua DPD Ingatkan Ancaman Liberalisme dan Radikalisme

Ketua DPD Ingatkan Ancaman Liberalisme dan Radikalisme
Presiden Joko Widodo (kelima kiri) didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo (kelima kanan) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (keempat kanan) didampingi Ibu Mufidah Jusuf Kalla (ketiga kanan) berfoto bersama Ketua MPR Zulkifli Hasan (keempat kiri) dan nyonya, Ketua DPR Bambang Soesatyo (kedua kanan) dan nyonya, Ketua DPD Oesman Sapta Odang (kedua kiri) dan nyonya, serta para Ketua MPR dan Ketua DPR dan nyonya, di tangga Ruang Rapat Paripurna, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (16/8/2019). ( Foto: Suara Pembaruan / Ruht Semiono )
Robertus Wardi / HA Jumat, 16 Agustus 2019 | 13:35 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Oesman Sapta Odang (OSO) mengemukakan dalam era globalisasi sekarang ini, tantangan terberat bangsa Indonesia adalah merebaknya dua paham besar yaitu liberalisme dan radikalisme.

Dua paham ini bisa menghilangkan ideologi Pancasila, bahkan melenyapkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Atas nama kebebasan dan demokrasi, dua paham ini telah bergerak secara radikal ke anak-anak ibu pertiwi. Dua paham ini telah masuk ke masyarakat kita dengan mempertentangkan antara Pancasila dan agama,” kata OSO saat memimpin sidang bersama DPD dan DPR di kompleks parlmen, Jakarta, Jumat (16/8/2019).

Ia menjelaskan Pancasila sebagai solusi bijak yang telah menjadi konsensus final dikaburkan oleh dua paham tersebut. Jika lengah, tidak mustahil Indonesia akan tereduksi.

Menurutnya, Pancasila sebagai filsafat dalam bernegara harus terimplementasi secara terstruktur, sistematis, dan masif pada semua lapisan masyarakat. Mulai dari kalangan elite hingga masyarakat yang bersandal jepit. Mulai dari anak-anak dan remaja, hingga kalangan yang sudah dewasa.

“Nation and Character Building harus menjadi bagian dalam upaya peningkatan sumber daya manusia di Indonesia. Dunia pendidikan kita harus selalu melahirkan generasi yang berjiwa Indonesia, berjiwa Pancasila,” tegas OSO.

Dia mengutip pesan presiden pertama Bung Karno yang mengatakan "perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri".

Menurut OSO, pesan Bung Karno tersebut mengingatkan bangsa ini akan tujuan dari pendiri bangsa, yakni: Indonesia dibangun oleh Satu untuk Semua, Semua untuk Satu, Semua untuk Semua.



Sumber: Suara Pembaruan