Peringati Kemerdekaan RI, Pemuda Indonesia Gelar Sumpah Setia NKRI

Peringati Kemerdekaan RI, Pemuda Indonesia Gelar Sumpah Setia NKRI
Menyambut HUT ke-74 Kemerdekaan mahasiswa se-jabodetabek yang tergabung dalam Gerakan Cinta Tanah Air menggelar acara sumpah setia NKRI di Gedung Joang 45 jalan Menteng Raya, Jakarta Pusat, Sabtu, 17 Agustus 2019. ( Foto: Istimewa )
Asni Ovier / AO Senin, 19 Agustus 2019 | 06:59 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Perjalanan sejarah bangsa tidak lepas dari peranan para pelajar dan pemuda untuk memerdekakan dan mempertankan Indonesia. Perjalanan sejarah itu menjadi pijakan bagi mahasiswa dan pemuda se-Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) untuk berbuat sesuatu dalam rangka menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Para pemuda itu pun berikrar setia terhadap NRI dan Pancasila. Acara ikrar setia kepada NKRI itu disampaikan di Gedung Joang 45, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (17/8/2019).

Dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Senin (19/8/2019), Ketua Gerakan Cinta Indonesia, Ginka yang menjadi pemrakarsa acara itu mengatakan, deklarasi sumpah setia itu merupakan wujud kesadaran sejarah peranan mahasiswa dan pemuda sebagai perekat bangsa. Sumpah setia itu dilakukan untuk membulatkan tekad pemuda dalam menjaga kedaulatan bangsa.

Selain Ginka, sumpah setia pemuda itu ditandatangani pula oleh Ketua Pemuda Bumi Putera Nusantara Zainuddin Arsyad, Ketua Korps Pendamping Masyarakat Reza Hermawan, serta elemen mahasiswa dan pemuda lainnya.

Dalam sumpah setianya, para pemuda dan mahasiswa menyatakan kesetiaan kepada kedaulatan dan keutuhan NKRI. Mereka juga bersumpah untuk mempertahankan ideologi bangsa Pancasila dan UUD 1945 hingga akhir hayat.

“Tiga, kami akan mempertahankan kedaulatan ekonomi, politik, budaya, dan wilayah bangsa Indonesia. Empat, kami bersumpah menolak segala tindakan separatis dan referendum serta perbuatan makar yang ingin memisahkan dari kedaulatan NKRI, “ kata mereka.

Terakhir, para pemuda dan mahasiswa juga berjanji akan terus mengawal kebijakan pemerintahan yang sah untuk berpihak kepada kepentingan bangsa dan negara.

Ginka menyebutkan sejarah peran pemuda dan mahasiswa dalam mempertahankan persatuan dan kesatuan bangsa. Sejak awal kebangkitan nasional 1908 berdiri organisasi modern pertama, yaitu Budi Utomo yang di pelopori pelajar dan mahasiswa di Stovia. Hal ini mendorong berdirinya organisasi pergerakan pelajar dan pemuda, seperti organisasi Jong Java, Jong Sumatra Bond/Persatuan Pemuda Sumatera, Jong Ambon, Jong Celebes/Pemuda Sulawesi, Jong Islamieten Bond/Pemuda Islam, Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia/PPPI, dan Pemuda Indonesia (27 Februari 1927).

Puncak dari pergerakan organisasi pemuda saat itu adalah diselanggarakan Kongres Pemuda II pada 28 Oktober 1928 di Jakarta. Hasil dari Kongres Pemuda II tersebut adalah Sumpah Pemuda yang ditulis dan dibacakan M Yamin.

Kemudian, pada masa revolusi Indonesia (1945-1949) peranan pemuda hadir dengan mendorongnya Proklamasi 17 Agustus 1945 dalam persitiwa Rengas Dengklok pada 16 Agustus 1945. Setelah , Proklamasi para tokoh pemuda hadir untuk mempertahankan Proklmasi Kemerdekan Indonesia, seperti Jenderal Sudirman yang menjadi Panglima TNI pertama (waktu itu Tentara Keamanan Rakyat/TKR0 pada 12 November 1945 pada usia 29 tahun.

“Ada pula Bung Tomo yang menggelorakan semangat perang mengusir tentara sekutu (NICA) pada 10 November 1945. Pada waktu itu, Bung Tomo baru berusia 25 tahun dan peristiwa itu dikenang sebagai Hari Pahlawan,” ujar Ginka.

Lalu, pada peristiwa Gerakan 30 September 1965, mahasiswa hadir dengan gerakan Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI). Mahasiswa hadir untuk mempertahankan Pancasila sebagai ideologi bangsa dari gerakan komunis yang hendak melakukan revolusi terhadap idiologi Bangsa Indonesia.

“Pada peristiwa Reformasi 1998 mahasiswa menjadi penggerak dan pelopor untuk menghadirkan nilai demokrasi yang saat ini kita rasakan,” ujarnya. Kini, pemuda dan mahasiswa tindak mau tinggal diam melihat dinamika sosial dan politik yang terjadi akhir-akhir ini dengan adanya kelompok yang ingin memisahkan kedaulatan NKRI serta melakukan disintegritas bangsa dan ingin menimbulkan perpecahan di antara sesama anak bangsa.



Sumber: BeritaSatu.com