Pilih Jaksa Agung dari Nonparpol, Gerindra Apresiasi Jokowi

Pilih Jaksa Agung dari Nonparpol, Gerindra Apresiasi Jokowi
Arief Poyuono
Hotman Siregar / WM Senin, 19 Agustus 2019 | 15:50 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com - Waketum Gerindra Arief Poyuono menilai, rencana Presiden Jokowi memilih Jaksa Agung dari non partai politik sudah tepat. Jaksa Agung harus benar benar dari nonparpol, bukan Jaksa Agung nonparpol yang jadi pembenaran dari Partai Nasdem kalau Jaksa Agung yang saat ini dianggap Nasdem non parpol

Seperti kata Sekjen Nasdem dimana sekarang ini posisi Jaksa Agung diisi oleh M Prasetyo yang adalah kader Partai Nasdem. Namun Prasetyo tak lagi di Nasdem sejak diangkat menjadi Jaksa Agung.

"Pak Prasetyo itu keluarga besar Adhyaksa yang kemudian masuk Nasdem, lalu diberhentikan dari anggota, sehingga saat ini dia adalah Jaksa agung non parpol," ungkap Arief, di Jakarta, Senin (19/8/2019).

Namun menurut Arief, tetap saja walau sudah berhenti dari Nasdem tapi masih punya utang budi pada partai pengusungnya. Hampir dipastikan Jaksa Agung yang dari parpol masih sangat terafiliasi dengan tuannya yang merekomendasikan sebagai Jaksa Agung

"Jaksa Agung dari nonparpol itu harus benar benar tidak pernah terafiliasi atau jadi pengurus- anggota parpol itu yang saya tangkap dari pernyataan kangmas Joko Widodo ,sehingga terbebas dari virus kepentingan politik. Jaksa Agung nonparpol dan harus sudah atau pernah berprofesi sebagai Jaksa itu yang diinginkan masyarakat," katanya.

Arief menyebut. banyak pejabat dan mantan pejabat di Kejagung yang terbebas dari pengaruh parpol yang bisa di angkat sebagai Jaksa Agung oleh Presiden untuk periode 2019-2024 . Presiden perlu melakukan uji publik untuk rekam jejaknya selama berkarir sebagai Jaksa ,dengan melibatkan masyarakat dan para Jaksa serta melakukan fit and proper test bagi calon Jaksa Agung

"Dengan demikian Joko Widodo akan bisa dapat sosok Jaksa Agung yang professional dan punya track record yang bersih dan mampu memimpin gedung bundar dalam penegakan hukum," katanya.



Sumber: Suara Pembaruan