Anggota DPR: Kerusuhan di Manokwari Akibat Aparat Tidak Berlaku Adil

Anggota DPR: Kerusuhan di Manokwari Akibat Aparat Tidak Berlaku Adil
Anggota DPR asal Papua Barat, Jimmy Demianus Idjie ( Foto: istimewa )
Jeis Montesori / JEM Selasa, 20 Agustus 2019 | 10:03 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Peristiwa yang berujung pada penangkapan terhadap para mahasiswa Papua di Surabaya dan Malang, Jawa Timur dan mencapai klimaksnya berupa kerusuhan massa di Manokwari serta Sorong, Papua Barat, terjadi sebagai akibat dari sikap aparat penegak hukum yang tidak adil dalam penegakan hukum.

“Perlakuan tidak adil itu terutama dialami para mahasiswa Papua. Mereka diperlakukan seperti teroris,” ujar anggota DPR dan juga anggota Kaukus Parlemen Papua di DPR RI, Jimmy Demianus Idjie kepada Suara Pembaruan, Selasa (20/8/2019) di Jakarta.

Jimmy Demianus Idjie mengatakan, setiap tahun selalu ada peristiwa di asrama mahasiswa Papua di Kalasan, Tambaksari, Surabaya. Dalam kejadian-kejadian itu, kata Jimmy Demianus Idjie, para mahasiswa Papua selalu menyaksikan bagaimana aparat memperlakukan mereka dengan sangat kasar dan penuh caci maki.

“Anak-anak Papua dicaci maki dengan kata-kata yang sangat kasar merendahkan harkat dan martabat orang Papua. Kata-kata yang berbau rasis dialamatkan kepada anak-anak Papua. Aparat yang harusnya menjadi pelindung tetapi tidak lagi mencerminkan hal itu,” ujar Jimmy Demianus Idjie, yang juga anggota Komisi X DPR dari Fraksi PDI Perjuangan.

Namun sebegitu jauh perlakuan-perlakuan kasar dan tidak terpuji dilakukan para aparat tersebut, kata Jimmy Demianus Idjie, tidak pernah ada seorang pun dari aparata itu yang ditindak atau diproses hukum karena tindakan mereka yang menghina rakyat.

Dalam peristiwa di asrama mahasiswa Papua di Surabaya, Sabtu (17/8/2019), kata Jimmy Demianus Idjie, perlakuan tidak adil itu kembali terjadi. Sejumlah 23 mahasiswa Papua, kata dia, kembali diperlakukan seperti teroris.

“Kalau kita lihat videonya di mana aparat menyerbu asrama mahasiswa Papua seperti hendak menangkap teroris,” kata Jimmy Demianus Idjie.

Padahal, kata dia, tidak satu pun dari mahasiwa Papua di asrama itu yang besenjatakan parang, pisau, tombak atau senjata tajam lainnya, sehingga seharusnya aparat tidak memperlakukan mereka seperti itu.

“Hal itu sebenarnya pemicu amarah sehingga terjadi akumulasi emosi rakyat di beberapa kota di Papua, karena lagi-lagi melihat aparat berlaku tidak adil,” kata Jimmy Demianus Idjie yang terpilih kembali menjadi anggota DPR periode 2019-2024 dari daerah pemilihan Papua Barat.

Karena itu, sebagai wakil rakyat Papua yang duduk di DPR dan juga anggota kaukus Papua di parlemen RI, Jimmy Demianus Idjie mendesak agar Kapolri untuk berlaku adil menyelesaikan masalah ini.

Menurut Jimmy Demianus Idjie, Kapolda Jatim dan Kapolres Surabaya harus bertanggung jawab atas peristiwa yang telah sangat merugikan kehidupan rakyat ini.

“Kapolda Jatim dan Kapolres Surabaya agar dicopot dari jabatannya sebagai wujud tanggung jawab mereka,” tegas Jimmy Demianus Idjie.

Jimmy Demianus Idjie mengaku bahwa pihaknya juga sudah pernah menyaksikan sendiri perlakuan-perlakuan tidak adil aparat kepada warga Papua. Dan peristiwa itu selalu saja berulang dan hal itu disaksikan terjadi lagi untuk kesekian kalinya di asrama mahasiswa Papua di Surabaya.

“Apakah aparat sepertinya punya kebencian terhadap orang Papua. Itu sudah menjadi sesuatu yang tidak usah kita sembunyikan,” kata Jimmy Demianus Idjie.

Ia pun meminta agar Panglima TNI maupun Kapolri, harus mendidik anak buahnya agar harus berlaku adil dalam melakukan penegakan hukum. “Kalau menegakkan hukum, tegakan selurus-lurusnya tidak membedakan siapa dia,” kata Jimmy Demianus Idjie.

Jimmy Demianus Idjie juga meminta Kapolri untuk mencari tahu serta menangkap siapa oknum yang diduga telah menurunkan Bendera Merah Putih di asrama mahasiswa Papua.

“Sebab bisa saja ada orang yang memanfaatkan situasi emosional mahasiswa Papua untuk menimbulkan kegaduhan dan tujuannya untuk menciptakan ketidakamanan dalam masyarakat,” tegas Jimmy Demianus Idjie.

Di bagian lain, Jimmy Demianus Idjie mengkritis pula para pemimpin Papua mulai dari gubernur, wali kota, dan bupati agar tidak hanya nanti ada kejadian baru turun memerhatikan para mahasiswa Papua.

“Gubernur, wali kota, dan para bupati di Papua, agar menyediakan waktu yang cukup berkunjung melihat kondisi mahasiswa Papua di berbagai tempat studi di Indonesia. Apakah mereka apakah mereka kuliah, sakit, dan lainnya. Sehingga kalau ada masalah yang menghambat bisa dengan cepat diselesaikan dan anak-anak Papua bisa sukses dalam setiap studi mereka,” ujar Jimmy Demianus Idjie . 



Sumber: Suara Pembaruan