Survei LPP UI : Nama Lama dalam Kabinet Berpotensi Jadi Menteri Lagi

Survei LPP UI : Nama Lama dalam Kabinet Berpotensi Jadi Menteri Lagi
Sri Mulyani. ( Foto: Antara )
Carlos Roy Fajarta / FMB Rabu, 21 Agustus 2019 | 16:02 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Laboratorium Psikologi Politik Universitas Indonesia (LPP UI) merilis nama-nama tokoh nasional yang berpotensi menduduki menteri kabinet Joko Widodo jilid dua. Dalam survei tersebut, LPP UI menggunakan empat metode aspek yang menjadi kelebihan dan kekuatan seorang calon menteri.

Keempat metode tersebut meliputi aspek profesionalitas, aspek eksekutor, aspek integritas dan akseptabilitas. Keempat poin ini memiliki persentase yang cukup dipercaya. Misalnya survei opini pakar I yang mencapai 71 pakar, expert panel yang mencapai enam pakar dan survei opini pakar II yang mencapai 128 pakar.

Kategori prolog dalam aspek penilaian ini diisi oleh akademisi, pengamat polhukam ekonomi sosial, lembaga peneliti, asosiasi, LSM, NGO, tokoh masyarakat, organisasi masyarakat, profesional dan pengusaha.

Pada Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, muncul nama-nama seperti Haryadi Budi Santoso, Handri Satrio dan Nadiem Makarim masuk sebagai calon dengan potensi cukup besar. Namun, nama-nama menteri lama jauh berpotensi karena dinilai sudah bekerja pada kabinet periode pertama.

Nama calon kandidat kuat kalangan menteri periode pertama adalah Menteri Keuangan Sri Mulyani Indarwati memiliki nilai tinggi, yakni 8,54. Sri Mulyani bahkan mengalahkan kandidat lain seperti Mirza Adityaswara yang memiliki nilai 6,11 dan Chatib Basri 7,13.

Nama Menteri Basuki Hadimoeljono dan Andi Amran Sulaiman juga kembali masuk ke dalam kategori tokoh dengan potensi jabatan menteri cukup besar. Meski ada dua nama lain yang mengekor di belakangnya, nama Amran tetap mencuat dan menduduki posisi teratas dengan nilai 7,23. Sisanya, Nurdin Abdullah 6,37 dan Sunarso 6,28.

Sementara pada Kementerian Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Kemenko Polhukam), nama-nama lama seperti Pratikno dan Retno Marsudi masuk dalam survei ini. Pratikno menduduki posisi atas dengan nilai 7,58. Sementara dua nama lain Jauhari Oratmangun dan Arief Havas Oegroseno memiliki nilai sama, yakni 6,41.

Berikutnya, nama baru seperti Edward Omar Sharif Hiariej dan mantan juru bicara KPK Johan Budi juga masuk daftar survei. Johan memiliki nilai 7,24 dan Edward memiliki nilai 7,13. Sebelumnya Johan juga didapuk sebagai juru bicara istana mendampingi Presiden Joko Widodo. 



Sumber: Suara Pembaruan