Partai Demokrat Pelajari Wacana Penambahan Kursi Pimpinan MPR

Partai Demokrat Pelajari Wacana Penambahan Kursi Pimpinan MPR
Syarief Hasan. ( Foto: Antara )
Carlos KY Paath / WBP Kamis, 22 Agustus 2019 | 11:12 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Partai Demokrat (PD) akan menelaah wacana penambahan jabatan pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Sebab, PD tak menginginkan adanya penilaian negatif terhadap partai politik (parpol) dari publik terkait usulan tersebut.

“Bisa muncul citra bahwa parpol hanya bagi-bagi kekuasaan. Kami pelajari dulu, telaah baik-baik, manfaat untuk demokrasi terkait penambahan kursi atau jabatan pimpinan MPR menjadi 10 orang,” kata Wakil Ketua Umum PD Syarief Hasan kepada Beritasatu.com, Kamis (22/8).

Menurut Syarief, jumlah pimpinan MPR telah diatur dalam Undang-Undang (UU) Nomor 2/2018 tentang Perubahan Atas UU 17/2014 tentang MPR, DPR, DPRD, dan DPR (MD3). Berdasarkan pasal UU 2/2018, Pasal 427C, pimpinan MPR hanya lima orang terdiri dari satu ketua dan empat wakil.

Syarief mengungkap, UU MD3 tentu harus direvisi apabila wacana penambahan pimpinan MPR pada akhirnya disepakati. Meski begitu, Syarief mengingatkan, revisi UU MD3 terkendala dengan bakal berakhirnya masa jabatan anggota DPR periode 2014-2019.

“Kalau ada penambahan kan jelas harus mengubah UU MD3. Mengubah itu, tidak bisa secepat yang diperkirakan. Jadi jika hanya ingin mengakomodir semua partai di MPR, mungkin saja itu bagus. Tapi kan ada juga yang nilai tidak baik,” ujar Anggota Komisi I DPR dari Fraksi PD tersebut



Sumber: Suara Pembaruan