Gejolak di Papua, ARJ Minta Dalang Intelektual Ditangkap

Gejolak di Papua, ARJ Minta Dalang Intelektual Ditangkap
Jumpa pers dari Aliansi Relawan Jokowi (ARJ) terkait gejolak di Papua dan Papua Barat, Kamis 22 Agustus 2019. ( Foto: dok )
Yudo Dahono / YUD Kamis, 22 Agustus 2019 | 14:58 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menyikapi kondisi yang bergejolak saat ini, Aliansi Relawan Jokowi (ARJ) bersama tokoh lintas suku, agama dan budaya, mendesak Polri segera melakukan tindakan secara persuasif sehingga tercipta suasana kondusif di Papua dan papua Barat. ARJ juga meminta semua aparat pemerintahan melakukan koordinasi antar lembaga agar dapat segera menurunkan gejolak sosial di masyarakat serta meminta lembaga intelejen negara bertindak cepat agar dapat menangkap aktor intelektual di belakang ini semua.

Hal tersebut disampaikan Sekjen, Aidil Fitri, dalam jumpa pers di Hotel Mega Proklamasi Jakarta Pusat, Kamis (22/8/2019).

“Melihat kondisi Situasi terakhir ini yang membuat seluruh anak bangsa prihatin, tentunya sebagai anak bangsa, kami harus ikut memberi pandangan-pandangan yang baik agar dapat membantu pemerintah dan masyarakat untuk saling bahu membahu memberi kontribusi positif agar tidak terjadi lagi hal-hal kejadian seperti di Papua. Maka dengan ini kami mengajak seluruh elemen bangsa untuk tidak mudah tersulut provokasi dalam bentuk apapun yang terjadi beberapa hari lalu,” ujar Aidil Fitri.

Menurutnya, kemungkinan kondisi saat ini tidak lepas dari adanya pihak lain yang memang tidak menginginkan pemerintah bekerja dengan maksimal sehingga memberi kesan agar pemerintahan hari ini terlihat lemah. Sebagai bangsa Indonesia, seharusnya bangga di usia ke 74 ini Indonesia tetap bersatu walaupun berbeda suku, agama dan budaya. Mudah-mudahan masyarakat semua bisa meredakan situasi yang terindikasi memecah belah bangsa Indonesia ini.

“Kami sangat percaya aparat hukum dapat bertindak cepat tepat dan lugas dapat bekerja sesuai fungsi dan tanggung jawabnya agar tidak ada lagi anak bangsa yang tercederai perasaannya karena kita harus tetap sadar bahwasanya kita adalah anak bangsa yang lahir dari satu rahim yaitu Indonesia,” ungkapnya.

Aidil menambahkan, jika mendengar pesan dari Presiden Joko Widodo, diyakini bahwa masyarakat Papua yang memang merupakan masyarakat yang sabar dan sangat menjaga hubungan antar masyarakatnya sangat ingin satu perdamaian, satu kesatuan hati baik antar penduduk lokal maupun antar anak bangsa. ARJ meyakini bahwa masyarakat Papua sangat mendengar pesan presiden kita.

Dalam kesempatan tersebut, tokoh lintas agama, Suwito juga menghimbau kepada seluruh anak bangsa untuk sadar bahwa pentingnya mempertahankan persatuan dengan tidak mudah diadu domba sehingga negara Indonesia tetap aman dan terkendali.



Sumber: BeritaSatu.com