DPN Seknas Jokowi Dukung Sistem Pilpres Langsung Oleh Rakyat

DPN Seknas Jokowi Dukung Sistem Pilpres Langsung Oleh Rakyat
Presiden Jokowi ( Foto: istimewa )
/ ANA Sabtu, 24 Agustus 2019 | 17:39 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Dewan Pimpinan Nasional Sekretariat Nasional (DPN Seknas) Jokowi mendukung penuh sikap Presiden Joko Widodo yang menilai sistem pemilihan presiden (Pilpres) langsung (one man one vote) saat ini sudah sangat tepat. Dalam beberapa kali kesempatan juga, Jokowi menyatakan tidak setuju terhadap gagasan memilih presiden melalui MPR, seperti di masa orde baru.

Hal itu diungkapkan Pimpinan Kolektif DPN Seknas Jokowi Dono Prasetyo sebagai respons terhadap wacana amandemen konstitusi terkait peran MPR yang sempat digulirkan segelintir elite partai.

“Kami para segenap relawan yang tergabung dalam Seknas Jokowi, sangat mendukung sikap Pak Jokowi terkait sistem Pilpres. Itu menunjukkan beliau memiliki visi politik yang jauh ke depan. Bahwa demokrasi merupakan berkah terbesar bangsa ini sejak mencapai kemerdekaan, dan demokrasi ini akan kita wariskan pada generasi mendatang, secara berkelanjutan,” jelas Dono, Sabtu (24/8/2019).

Dono juga mempertanyakan alasan dikembalikannya sistem Pilpres ke sistem yang lama, yakni dipilih oleh MPR.

“Terus terang saya sendiri tidak tahu, bagaimana ceritanya tiba-tiba muncul wacana semacam itu, saya khawatir para elite partai yang mengajukan usulan itu sebenarnya sedang menuju oligarki, mereka ingin berkuasa selama mungkin. Ini jelas menyimpang dari nilai luhur demokrasi, yang salah satunya adalah memberi ruang bagi lahirnya pemimpin generasi baru,” tegas Dono.

Kemudian, Dono memberi contoh pengalaman Jokowi sendiri sebagai seorang presiden yang dipilih langsung oleh rakyat.

“Tanpa pemilihan langsung, kita tidak akan menemukan figur sekaliber Jokowi, atau figur-figur lain seperti Tri Rismaharini, Khofifah, dan seterusnya. Dengan pemilihan langsung, masyarakat benar-benar firm terhadap tokoh yang menjadi pilihannya,” imbuh Dono.

Lebih lanjut, Dono menyampaikan pengalamannya saat blusukan dalam upaya memenangkan Jokowi dalam Pilpres baru-baru ini.

“Saat para relawan bertemu dan berdialog langsung dengan masyarakat, tak terdengar sekalipun aspirasi amandemen konstitusi, khususnya soal sistem pemilihan Presiden. Saya mohon para elite parpol, janganlah memelintir aspirasi rakyat, hanya karena ambisi sesaat,” jelas Dono penuh harap.

Dalam kalimat terakhirnya, Dono mengingatkan kembali, bahwa konstitusi yang dirumuskan para pendiri bangsa dimaksudkan untuk dilaksanakan guna membatasi kekuasaan.

“Bahkan sejak awal republik, bapak bangsa sudah memberi keniscayaan, melalui jalan demokrasi, kesewenang-wenangan dalam penyelenggaraan negara tidak akan terjadi,” tambah Dono.



Sumber: BeritaSatu TV