BPIP Dikritik, Mendagri: Sama Saja Permasalahkan Pancasila

BPIP Dikritik, Mendagri: Sama Saja Permasalahkan Pancasila
Dewan Pengarah BPIP temui Presiden Joko Widodo di Istana, Jakarta, Kamis (9/5/2019). ( Foto: Beritasatu TV )
Carlos KY Paath / FMB Senin, 26 Agustus 2019 | 16:03 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menilai bahwa para pihak yang mengkritik Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), sama saja mempersoalkan Pancasila. Tjahjo menegaskan, Pancasila sudah jelas sebagai dasar negara dan tak perlu dipermasalahkan.

"Kalau ada yang permasalahkan BPIP itu sama saja mempermasalahkan Pancasila, padahal Pancasila sudah final," tegas Tjahjo kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (26/8).

Tak hanya itu, Tjahjo menyatakan, pengkritik juga tidak memahami tugas dan fungsi BPIP. "Yang mengeritik BPIP, dia belum paham mengenai fungsi dan tugas BPIP. Urusan Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika itu sudah final," kata Tjahjo.

Tjahjo pun menyebut, "Baik sebagai ideologi negara, setiap keputusan politik pembangunan itu harus mengimplementasikan sila-sila dalam Pancasila. BPIP kan berisi tokoh-tokoh. Sampai seorang mantan Presiden, tokoh-tokoh lain mau (bergabung BPIP), demi menjaga keutuhan bangsa dan negara."

Untuk diketahui, Dewan Pengarah BPIP memang diisi sejumlah tokoh diantaranya Presiden Kelima Megawati Soekarnoputri, mantan Wakil Presiden Try Sutrisno, Mahfud MD, dan Ahmad Syafii Maarif. Adapun tugas utama BPIP sebagai lembaga yaitu membantu Presiden merumuskan pengamalan Pancasila secara komprehensif.

"Badan Pembinaan Ideologi Pancasila atau disingkat BPIP adalah lembaga yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden yang memiliki tugas membantu Presiden dalam merumuskan arah kebijakan pembinaan ideologi Pancasila, melaksanakan koordinasi, sinkronisasi, dan pengendalian pembinaan ideologi Pancasila secara menyeluruh dan berkelanjutan," kata Kepala Pusat Penerangan Kementerian Dalam Negeri, Bahtiar. 



Sumber: Suara Pembaruan