Lemhanas Berikan Pembekalan Anggota DPR-DPD RI Terpilih

Lemhanas Berikan Pembekalan Anggota DPR-DPD RI Terpilih
Suasana sidang Paripurna pembukaan masa sidang I tahun 2017-2018 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, 16 Agustus 2017. ( Foto: Antara/M Agung Rajasa )
Yeremia Sukoyo / WBP Senin, 26 Agustus 2019 | 16:55 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) memberikan pembekalan kepada 711 Anggota DPR dan DPD RI terpilih periode 2019-2024. Pembekalan diberikan dengan harapan wakil rakyat menjadi pejabat yang berkarakter negarawan transformasional, unggul, dan berwawasan kebangsaan.

"Tujuannya untuk memantapkan anggota DPR RI dan DPD RI sebagai wakil rakyat berkarakter," kata Gubernur Lemhannas Letnan Jenderal TNI (Purn) Agus Widjojo saat membuka orientasi dan pemantapan nilai kebangsaan bagi anggota Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Daerah periode 2019-2024, di Jakarta, Senin (26/8/2019)

Acara pembekalan itu dibuka langsung Presiden Joko Widodo yang dihadiri Ketua DPR Bambang Soesatyo dan Ketua DPD Oesman Sapta Odang (OSO).

Menurut Agus, pemantapan bagi anggota DPR dan DPR berlandaskan atas empat konsensus dasar bangsa yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan makna Bhinneka Tunggal Ika.

Selama pembekalan, anggota DPR dan DPD diberikan empat materi dasar yang ada dalam orientasi yaitu wawasan nusantara sebagai geopolitik Indonesia, ketahanan nasional sebagai geostrategi Indonesia, kewaspadaan nasional dan keempat terkait kepemimpinan nasional transformatif.

Agus menyampaikan kegiatan orientasi dan pemantapan berlangsung sekitar 50 hari yang dibagi menjadi lima gelombang, yakni empat gelombang bagi anggota DPR dan satu gelombang bagi anggota DPD. Jumlah peserta sebanyak 711 orang yang terdiri 575 anggota DPR dan 134 anggota DPD.

Sementara metode pembelajaran, terdiri dari ceramah, diskusi kelompok, diskusi antarkelompok, simulasi dalam ruangan, penulisan makalah, hingga outbond di Wisma Kinasih.

Khusus materi penunjang, Agus menyebutkan terdiri dari pengantar pemimpin, pengantar program dan komitmen pembelajaran, pengantar nilai-nilai kebangsaan dan sejarah pembelajaran bangsa, revolusi mental dalam rangka membangun karakter bangsa, current issue, penulisan makalah perorangan dan kelompok, hingga pengaruh lingkungan strategis.



Sumber: Suara Pembaruan