Golkar Dukung Pindah Ibu Kota

Golkar Dukung Pindah Ibu Kota
Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Wapres Jusuf Kalla (kedua kanan) dan pejabat terkait (dari kiri) Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) atau Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, memberikan keterangan pers terkait rencana pemindahan Ibu Kota Negara di Istana Negara, Jakarta, Senin 26 Agustus 2019. (Foto: Suara Pembaruan/Joanito De Saojoao)
Robertus Wardi / WM Senin, 26 Agustus 2019 | 20:44 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com  – Partai Golkar (PG) mendukung keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) memindahkan ibukota negara ke Propinsi Kalimantan Timur (Kaltim). Sebagai partai yang mendukung pemerintah, Golkar siap membahas RUU terkait perpindahan ibu kota.

“Kami mendukung. Karena itu untuk jangka panjang, untuk 50 tahun kedepan,” kata Ketua Fraksi PG di DPR Melchias Markus Mekeng, di Jakarta, Senin (26/8/2019).

Ia menjelaskan, pindah ibu kota sudah saatnya dilakukan. Alasannya saat ini, Jakarta sudah sangat sesak, kemacetan di mana-mana dan penduduk terus bertambah.

“Jangan setelah sangat crowded (kacau, Red), tidak bisa bergerak baru kita berpikir. Keputusan pak Jokowi sudah tepat,” ujar Mekeng yang juga Ketua Komisi XI DPR ini.

Dia menegaskan, akibat kemacetan dan kepadatan yang terjadi di Jakarta saat ini membuat biaya ekonomi yang dikeluarkan sangat tinggi. Biaya untuk kemacetan mencapai beberapa triliun tiap tahunnya. Kondisi ini tidak bisa diteruskan karena terus melahirkan biaya tinggi.

“Kalau perlu BUMN juga pidah ke sana. Tidak cuma kantor pemerintah,” tegasnya.

Saat ditanya besarnya biaya pindah ibu kota, dia kemukakan, masalah tersebut tidak bisa ditanggung penuh oleh APBN. Pihak swasta dari dalam negeri atau luar negeri juga bisa terlibat. Caranya dengan sistem sewa kepada pemerintah atas bangunan yang mereka bangun.



Sumber: Suara Pembaruan