Relawan Diminta Kawal Jokowi dari Gempuran Radikalis dan Intoleran

Relawan Diminta Kawal Jokowi dari Gempuran Radikalis dan Intoleran
Presiden Joko Widodo menghadiri Kongres Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP) di Forest Resort Hotel, Pamoyaman, Bogor, Jumat, (2/8) malam. ( Foto: beritasatu.com / vento saudale )
Carlos KY Paath / MPA Rabu, 28 Agustus 2019 | 17:32 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com-Seluruh relawan diharapkan dapat fokus mengawal periode kedua kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Khususnya dalam menghadapi dan melawan radikalisme serta intoleransi.

“Relawan jadi menteri atau tidak, itu urusan lain. Karena yang penting, kita kawal Pak Jokowi. Saya minta kita konsentrasi kawal Pak Jokowi,” kata Ketua Dewan Pembina Aliansi Relawan Jokowi (ARJ) Haidar Alwi.

Hal itu dikemukakan Haidar dalam Diskusi Publik yang digagas Gemar Jokowi-KMA bertajuk “Kabinet Jokowi-Amin, Siapa Menteri Pilihan Relawan?” di Gedung Juang, Jakarta, Rabu (28/8).

“Kenapa kita harus kawal Pak Jokowi? Karena gempuran dari orang-orang radikalis dan intoleran makin lama, makin dahsyat. Saya baru dapat pesan, ada strategi untuk penjatuhan Pak Jokowi. Kita perlu konsentrasi hancurkan radikalis dan intoleran,” ujar Haidar.

Haidar mengungkap, gerakan kelompok radikalis mempunyai dana besar. “Sepuluh persen dari gaji disumbangkan ke pergerakan. Bayangkan kalau ASN dan pegawai BUMN terpapar, maka dana yang mengalir sangat besar. Bisa puluhan triliun,” ungkap Haidar.

Di sisi lain, Haidar menuturkan, TKN Jokowi-Ma’ruf memang sudah bubar, tapi relawan tetap bertahan, bahkan kian berkibar. Para relawan, lanjut Haidar, tidak pernah lelah berjuang. “Tidak pernah berpikir mau semua habis terjual terserah asal Pak Jokowi menang,” kata Haidar.

Haidar pun menyebut, “Tapi relawan bukan hanya bertugas memenangkan Pak Jokowi. Intinya, Pak Jokowi sudah menang. Lima tahun ke depan bisa sukses memimpin. Makanya relawan harus bertahan, tidak bubar, dan justru makin solid.”



Sumber: Suara Pembaruan