Sandi Disebut Jadi Ketum PAN, Faldo Maldini: Ikuti Saja Prosesnya

Sandi Disebut Jadi Ketum PAN, Faldo Maldini: Ikuti Saja Prosesnya
Sandiaga Uno. ( Foto: Antara )
Fana Suparman / MPA Kamis, 29 Agustus 2019 | 20:34 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com- Usai Pilpres 2019, sejumlah partai politiki disebut bakal meminang Sandiaga Uno untuk menjadi kadernya. Bahkan, belakangan santer berhembus kabar Sandiaga yang merupakan pasangan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Pilpres 2019 itu bakal maju dalam bursa calon Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN).

Menanggapi isu ini, Wasekjen PAN, Faldo Maldini menyatakan, terdapat sejumlah persyaratan yang tercantum dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) PAN untuk menjadi Ketua Umum. Namun, Faldo mengatakan Kongres PAN baru berlangsung tahun depan. Untuk itu, masih ada waktu bagi Sandi jika ingin bergabung dan menjadi Ketua Umum. Menurutnya, Sandi tinggal mengikuti proses dan persyaratan yang tercantum dalam AD/ART PAN.

"Ya kan sekarang masih ada waktu, ya gabung saja sekarang. Ikuti saja prosesnya. Ada syarat-syaratnya di AD/ART, pokoknya kalau mau jadi ketum, ikuti saja aturan mainnya," kata Faldo usai diskusi 'Pancasila Terhadap Problematika Millenial' di Jakarta, Kamis (29/8/2019).

Faldo menekankan partainya terbuka untuk siapapun. Menurutnya, PAN merupakan partai yang demokratis dan membuka diri bagi siapapun untuk bergabung. "PAN itu demokratis. Kalau mau, gabung saja tidak masalah," katanya.

Faldo mengakui belum mengetahui dinamika di internal partainya terkait isu Sandi masuk bursa ketum. Namun, dalam perjalanan PAN sejauh ini, kata Faldo, partainya terbiasa berdemokrasi. Setidaknya dalam pertarungan kursi Ketua Umum sebelumnya, partai PAN tidak terpecah.

"Kalau kita di PAN memang terbiasa demokratis ya. Cuma kita kok yang demokrasinya jalan. Lihat aja. Maksud saya, di PAN masih bertarung kok pemilihan Ketumnya, dan tidak pecah kan," katanya.

Selain nama Sandi, terdapat sejumlah nama non-parpol lain yang disebut bakal masuk bursa Ketua Umum PAN. Beberapa di antaranya Gubernur DKI Anies Baswedan dan mantan Panglima TNI, Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo. Faldo menegaskan, partainya terbuka untuk siapapun.

"Kita sih santai-santai saja. Mau Sandi, Anies, Gatot," katanya.



Sumber: Suara Pembaruan