PDIP Protes, Pleno Penetapan Anggota DPR RI Diskor

PDIP Protes, Pleno Penetapan Anggota DPR RI Diskor
Sejumlah personel Brimob bersiap melakukan pengamanan di depan Kantor KPU Pusat, Jakarta, Jumat (10/8). Sebanyak 4.000 personel gabungan dari Polri dan TNI dipersiapkan untuk mengamankan pendaftaran calon presiden dan calon wakil presiden periode 2019-2024. ( Foto: ANTARA FOTO / Aprillio Akbar )
Yustinus Paat / FMB Sabtu, 31 Agustus 2019 | 13:49 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - KPU RI menskors rapat Penetapan anggota DPR RI terpilih, Sabtu (31/8/2019) di Gedung KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat lantaran adanya catatan yang diberikan oleh partai PDIP. PDIP meminta beberapa nama anggota DPR RI terpilih tidak ditetapkan karena sudah meninggal dunia dan dipecat partai.

Dalam rapat pleno tersebut, Komisioner KPU RI membacakan nama-nama anggota DPR RI terpilih sesuai dengan urutan daerah pemilihan (dapil).

Usai pembacaan, Ketua KPU, Arief Budiman, memberikan kesempatan kepada parpol peserta pemilu dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk memberikan catatan. Hal ini dilakukan sebelum nama-nama tersebut resmi ditetapkan.

Dalam kesempatan itu, perwakilan PDIP menyampaikan catatannya terkait caleg PDIP di beberapa daerah.

Saksi PDIP Candra Irawan yang hadir dalam rapat Pleno tersebut mengatakan salah satu anggota DPR RI terpilih di dapil Sumatera Selatan meninggal dunia. Kemudian, KPU menetapkan Riezky Aprilia sebagai penggantinya. Sementara partai memberikan kursi tersebut bukan ke Riezky.

"Satu di dapil Sumsel 1 meninggal dunia. kemudian putusan MA kan memberikan suaranya kepada parpol. Kalau parpol partai kami memberikan ke nomor 6 atas nama Harun," kata Candra.

Kemudian, anggota DPR RI terpilih dari PDIP atas nama Alexius Akim sudah dipecat oleh partai karena melanggar kode etik partai. Namun, nama Alexius masih tercantum dalam daftar nama anggota DPR RI terpilih yang akan ditetapkan KPU.

"Satu lagi yang harusnya Pak Jainur, urutan ke nomor 2 itu mengundurkan diri. Sehingga dua caleg kami minta tidak bisa ditetapkan," tutur Candra.

Menanggapi hal tersebut, Arief meminta PDIP terlebih dulu melampirkan surat dan bukti pemecatan, pengunduran diri dan meninggal dunia. Dia mengatakan, pihaknya akan terlebih dulu mengecek berkas tersebut sebelum menindaklanjuti.

"Kami minta dokumen-dokumennya diserahkan, selanjutnya kami akan terlebih dulu mengecek sebelum melakukan tindak lanjutnya. Saat ini, rapat pleno terlebih dulu kita skors sekaligus untuk isoma," pungkas Arief.



Sumber: BeritaSatu.com