Calon Terpilih Ingin Ada Pemimpin Muda di DPD

Calon Terpilih Ingin Ada Pemimpin Muda di DPD
Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato kenegaraan dalam Sidang Bersama DPR DPD RI 2019, di Jakarta, Jumat (16/8/2019). ( Foto: Suara Pembaruan / Ruht Semiono )
Yustinus Paat / WM Sabtu, 31 Agustus 2019 | 21:56 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com - Calon terpilih Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dari Sulawesi Tengah, Abdul Rachman Thaha mengharapkan ada tokoh muda yang menjadi pimpinan DPD periode 2019-2024. Menurut Rachman, tokoh muda ini diyakini akan lebih mudah mewujudkan upaya memperluas kewenangan DPD.

“Kami yakin tokoh muda ke depannya bisa membuat perubahan seperti mewujudkan perluasan kewenangan DPD,” kata Rachman saat ditemui di sela-sela Rapat Pleno Penetapan Calon DPR dan DPD Terpilih, di kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta, Sabtu (31/8/2019).

Rachman menyebut bahwa saat ini jumlah anggota DPD terpilih dari kalangan muda berkisar 25 persen hingga 35 persen. Mereka merupakan putra asli daerah dan terbukti mampu melewati seleksi ketat sehingga bisa terpilih menjadi anggota DPD.

"Para tokoh muda ini mempunyai energi yang lebih besar dan pemikiran yang lebih progresif guna memunculkan ide membesarkan eksistensi DPD," kata dia.

Rachman menambahkan, sebagian besar anggota DPD, terutama di kalangan muda, ingin DPD memiliki kewenangan yang lebih besar.

“Kami ingin agar DPD mempunyai kewenangan yang lebih besar seperti dalam hal penyusunan Rancangan Undang-undang. Dalam penyusunan RUU, selama ini DPD hanya selalu memberikan pertimbangan, tapi pertimbangan itu tidak selalu diakomodir,” jelas calon anggota DPD terpilih yang belum genap berusia 40 tahun tersebut.

Rachman ingin DPD tidak hanya berperan sebagai pemberi pertimbangan, namun juga berpeluang untuk menyusun dan mengesahkan undang-undang. Agar keinginan ini bisa tercapai, caranya adalah dengan melakukan amandemen (UUD), sehingga DPD bisa memiliki fungsi dan kewenangan lebih baik.

“Perlu dilakukan amendemen konstitusi, sehingga kewenangan DPD tidak lagi hanya memberikan pertimbangan, namun juga menyusun sebuah undang-undang,” jelas Rachman.

Sementara itu sebagai representasi daerah, Rachman bahwa DPD periode mendatang akan memperjuangan aspirasi daerah di kancah nasional. Dibanding anggota DPR, DPD lebih merepresentasikan daerah karena mereka dipilih bukan berdasarkan daerah pemilihan, namun satu kesatuan daerah atau provinsi.



Sumber: BeritaSatu.com