Logo BeritaSatu

Koalisi Jokowi Kuasai 60,69% Kursi DPR

Minggu, 1 September 2019 | 09:09 WIB
Oleh : Robertus Wardi / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - ‎Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menetapkan perolehan kursi masing-masing partai politik (Parpol) yang lolos masuk parlemen pada Sabtu (31/8/2019). Ada sembilan parpol yang lolos masuk DPR yaitu PDIP, Golkar, Gerindra, PKB, Nasdem, Demokrat, PKS, PAN dan PPP.

Dari parpol yang lolos tersebut, Koalisi Indonesia Kerja (KIK) yang mendukung presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) dan wakil presiden terpilih Ma'ruf Amin menguasai 60,69% atau 349 kursi di DPR. Mereka terdiri atas PDIP, Golkar, PKB, Nasdem dan PPP.

Advertisement

Hasil penetapan KPU memperlihatkan PDIP memperoleh 128 kursi (22,26%), Golkar 85 kursi (14,78%),‎ Nasdem 59 kursi (10,26%), PKB 58 kursi (10,09%),‎ dan PPP 19 kursi‎ (3,30%).

Dengan hasil tersebut, Ketua Umum (Ketum) Partai Golkar (PG) Airlangga Hartarto menjamin pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di periode kedua (2019-2024) akan lebih stabil dan efektif. Dia menegaskan itu karena dirinya selaku ketum partai pemenang kedua di parlemen. Bersama anggota KIK Jokowi-Amin tidak akan mendapat kesulitan dalam mengeksekusi berbagai program ke depan.

"Dengan kemenangan yang ada, saya jamin Presiden Joko Widodo pada masa jabatan kedua akan lebih gencar dalam mengejar reformasi kebijakan. Kita punya‎ dukungan kuat di parlemen. Kami juga mengendalikan sebagian besar pemerintah daerah dan daerah parlemen," kata Airlangga di Jakarta, Minggu (1/9/2019).

Di tempat terpisah, Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indo Barometer Muhammad Qodari mengemukakan jika mau aman dan stabil, Jokowi harus menambah satu anggota koalisi baru. Bahkan bisa tambah dua anggota koalisi lagi sehingga dukungan di parlemen lebih dari 70 persen.

"Jokowi pasti tetap waswas kalau kursi di parlemen cuma 60% persen seperti sekarang,” kata Qodari.

Dia melihat dukungan itu sangat rentan. Jika salah satu anggota koalisi saja yang lari atau keluar dari koalisi maka dukungan terhadap pemerintah berada di bawah 50 persen. Kondisi ini sangat berbahaya bagi Jokowi dalam menyukseskan berbagai kebijakan yang harus mendapat persetujuan parlemen.

Di sisi lain, loyalitas dan disiplin dari lima anggota Koalisi Indonesia Kerja (KIK) saat ini bervariasi. Kondisi itu menyulitkan Jokowi dalam mengambil kebijakan penting.

“Maka ya tambah minimal satu partai bahkan dua partai,” jelas Qodari.

Menurutnya,‎ partai yang bisa diajak bergabung adalah Gerindra dan Demokrat. Jika tambah satu cukup Gerindra. Sementara jika tambah dua, Gerindra dan Demokrat harus diajak.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: Suara Pembaruan

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Pengacara Putri Candrawathi Nilai Replik Jaksa Lebih Buruk daripada Skenario Ferdy Sambo

Pengacara Putri Candrawathi, Febri Diansyah menilai replik jaksa penuntut umum lebih buruk dibandingkan skenario fiktif yang sempat disusun oleh Ferdy Sambo.

NEWS | 2 Februari 2023

Atasi Kemiskinan Ekstrem, Ganjar Terapkan Link and Match

Upaya Ganjar yang kini sedang digenjot adalah menyerap tenaga kerja SMK dengan melakukan link and match bersama industri dan perusahaan.

NEWS | 2 Februari 2023

Mutasi Jabatan 84 Perwira Tinggi, Danpaspampres Termasuk

Terjadi mutasi 84 jabatan di TNI, termasuk untuk posisi komandan Pasukan Pengamanan Presiden atau Danpaspampres.

NEWS | 2 Februari 2023

Kemenkes Sebut Ada 400.000 Anak di Dunia Menderita Kanker

Berdasarkan data Globocan 2020, terdapat sekitar 400.000 anak usia 0-15 tahun di dunia termasuk dari Indonesia yang menderita kanker.

NEWS | 2 Februari 2023

Gusuran IKN Nusantara Minta Ganti Rugi Rp 1 Juta, Ini Kata Pemkab PPU

Masyarakat menuntut agar nilai ganti rugi lahan yang terdampak IKN minimal adalah Rp 1 juta per meter.

NEWS | 2 Februari 2023

Kemenkes: Kanker Masih Sebabkan Kematian Tertinggi di Dunia

Kemenkes mengatakan bahwa kanker masih menjadi penyebab kematian tertinggi di dunia. Tercatat, ada 10 juta kematian akibat kanker pada tahun 2020.

NEWS | 2 Februari 2023

Turunkan Stunting, Ganjar Libatkan Ahli Gizi dan Kader Kesehatan di Puskesmas

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo memaksimal upaya penurunan stunting dengan melibatkan ahli gizi dan kader kesehatan hingga ke tingkat puskesmas.

NEWS | 2 Februari 2023

Kasus Brigadir J, Eks Jubir KPK Tuding Jaksa Sudutkan Kaum Perempuan

Pengacara Putri Candrawathi, Febri Diansyah menuding JPU menyudutkan kaum perempuan. Hal itu tak lepas dari tudingan jaksa soal Putri mengenakan baju seksi.

NEWS | 2 Februari 2023

Sempat Terpapar Covid-19 Varian Kraken, Warga Tangsel Kini Sudah Sehat

Pasien tersebut diketahui terpapar Covid 19 subvarian kraken usai pulang dari perjalanan luar negeri bersama ketiga anaknya pada 15 Januari 2023 lalu.

NEWS | 2 Februari 2023

Jaksa Sebut Khadijah hingga Bunda Maria, Pengacara Putri Candrawathi: Kamuflase

Pihak pengacara Putri Candrawathi menilai replik jaksa yang menyebut sosok Khadijah hingga Bunda Maria hanyalah sebuah kamuflase.

NEWS | 2 Februari 2023


TAG POPULER

# Harga Bawang


# Koalisi Indonesia Bersatu


# Bunda Corla


# Serial Killer


# Penculikan Anak


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Thailand Masters 2023: Dua Ganda Putri Terhenti, Zachariah/Hediana Lolos

Thailand Masters 2023: Dua Ganda Putri Terhenti, Zachariah/Hediana Lolos

SPORT | 7 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE