Soal Posisi Calon Menhan, Hendropriyono Serahkan ke Presiden

Soal Posisi Calon Menhan, Hendropriyono Serahkan ke Presiden
Mantan Kepala BIN AM Hendropriyono di acara peluncuran draf buku karangannya yang berjudul Filsafat Intelijen Negara Republik Indonesia, di Gedung Pertemuan Kesatrian Soekarno Hatta, BIN, Pasar Minggu, Jakarta, Kamis (28/3). ( Foto: istimewa )
Iman Rahman Cahyadi / CAH Senin, 9 September 2019 | 11:30 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Sejumlah nama santer diberitakan akan kembali mengisi Kabinet Kerja Jokowi Jilid II. Namun, dari sejumlah nama tersebut, ada nama-nama baru yang diberitakan akan mengisi posisi-posisi menteri strategis.

Menurut Mantan Kepala Badan Intelejen Negara (BIN), A.M. Hendropriyono, menteri di Kabinet Indonesia Kerja jilid II sepenuhnya merupakan hak prerogatif Presiden dan Wakil Presiden Terpilih, Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

"Saya kira itu kan hak prerogatif Presiden soal penyusunan Menteri," katanya saat wawancara di kediamannya, Jakarta, belum lama ini.

Untuk calon tertentu yang menurutnya layak menempati posisi Menhan, Hendro tidak menyebutnya secara khusus. "Pasti ada lah," jawabnya.

Saat disinggung nama Letjen(Purn) Syarifudin Tippe sebagai sosok yang tengah mencuat ke publik sebagai calon Menhan di Kabinet Jokowi Jilid II, Hendro hanya tersenyum.

"Yang penting kalau saya sebagai salah seorang yang mewakili kalian, mewakili rakyat, selalu memberi masukan kepada pemerintah," katanya.

Sebelumnya, perbincangan tentang nama-nama calon menteri di kabinet Jokowi terus menghangat.

Sejumlah nama baru bermunculan dan disodorkan. Baik oleh masyarakat, maupun kelompok-kelompok masyarakat, termasuk kelompok yang dulu mendukung di Pilpres.

Nama baru yang juga mulai muncul ke permukaan adalah Syarifudin Tippe. Pensiunan jenderal yang bergelar Profesor Pertahanan kelahiran injai-Sulawesi Selatan 7 Juni 1953 ini disebut-sebut masuk calon menteri pertahanan di kabinet Jokowi jilid II.

Peraih gelar Doktoral Manajemen Sumber Daya Manusia di Universitas Negeri Jakarta pada 2010 itu pernah menjabat sebagai Panglima Kodam II/Sriwijaya Sumatra Bagian Selatan pada 2006, menjabat Dirjen Strategi Pertahanan Kementerian Pertahanan pada 2007.

Tippe juga pernah menjabat sebagai Rektor di Universitas Pertahanan Unhan selama satu periode pada 2011.

“Itulah yang memotivasi saya merestui ajakan adik-adik relawan untuk ikut berikhtiar bergabung dalam kabinet SDM Unggul Indonesia Maju, dengan berserah diri kepada Allah SWT pada gilirannya nanti, insya Allah saya siap memaparkan di hadapan publik, bahwa realisasi dari konsep tersebut realistik untuk direalisasikan sesuai dengan tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan,” ujar Tippe.

Sementara itu, pembina LPKAN (Lembaga Pengawas Kinerja Aparatur Negara) Wibisono SH MH merekomendasi Letjen Syarifudin Tippe untuk menjadi Menteri Pertahanan di Kabinet Jokowi jilid dua.

“Beliau sosok yang cakap dan cocok untuk menggantikan Menhan Jendral Ryamizard Ryacudu karena saya pernah bekerjasama dengan kedua Jendral ini dalam mewujudkan konsep “Perang Modern” sebagai konsep penyadaran bangsa lewat penerbitan buku “Bangsa indonesia terjebak Perang Modern” ditahun 2004″, ini legacy juga buat beliau dan pak Menhan, kedua Jendral ini satu visi dan satu pemikiran dalam “Platform Pertahanan dan Keamanan Nasional, kedepan dibutuhkan sosok “new leader” Jenderal pemikir yang mempunyai visi jauh kedepan,” jelas Wibisono.



Sumber: BeritaSatu.com