Siswono: DPR Sibuk dengan Dirinya

Siswono: DPR Sibuk dengan Dirinya
Ketua DPD RI Oesman Sapta (kiri) bersama Ketua Umum Golkar, Airlangga Hartarto (tengah) dan Ketua Dewan Pertimbangan Partai Nasdem Siswono Yudo Husodo pada acara Dialog Refleksi Akhir Masa Jabatan Parlemen MPR/DPR/DPD RI Periode 2014-2019 di Kompleks Parlemen, Senayan, Selasa (10/9/2019). ( Foto: Suara Pembaruan / Ruht Semiono )
Robertus Wardi / WM Selasa, 10 September 2019 | 22:14 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Dewan Pertimbangan Partai Nasdem Siswono Yudo Husodo menilai, DPR periode 2014-2019 sibuk dengan dirinya. Perhatian terhadap kebutuhan masyarakat sangat berkurang. Hal itu terlihat dari produk Undang-Undang (UU) yang sangat sedikit.

“Kritik masyarakat terhadap DPR sangat luar biasa. DPR terkesan sibuk urus diri sendiri aja,” kata Siswono dalam dialog interaktif, di gedung DPD, Jakarta, Selasa (10/9).

Dialog yang diselenggarakan DPD mengambil tema “Refleksi Akhir Masa Jabatan Anggota MPR, DPR, DPD periode 2014-2019”. Selain Siswono, tampil pula sebagai pembicara adalah Ketua DPD RI Oesman Sapta Odang (OSO) dan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto.

Siswono, yang hadir mewakili Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh ini, menjelaskan, sejak dilantik 2014, DPR sudah sibuk dengan revisi UU MD3. Demi kepentingan kekuasaan, DPR mengubah UU MD3 dari aturan pimpinan DPR berdasarkan perolehan suara terbanyak dalam pemilu menjadi sistem paket. Setelah berhasil mendapat jabatan, tahun 2018 melakukan revisi lagi yang mengembalikan ke sistem pemenang pemilu.

Di sisi lain, dalam lima tahun, terjadi empat kali pergantian Ketua DPR. Kemudian ada banyak anggota DPR yang ditangkap KPK karena tersangkut kasus korupsi. Fakta-fakta itu membuat DPR menjadi sasaran kritik masyarakat.

“DPR baru harus ada pembaruan. Harus bisa memenuhi harapan rakyat,” tutur Siswono.

Dia melihat, DPD dan MPR masih lebih baik dari DPR. Dalam lima tahun terakhir, DPD sudah bekerja baik.

“Kalau masih ada kritikan, itu karena peran DPD masih berkurang. Maka perlu dipikirkan tambahan kewenangan DPD agar bekerja maksimal,” tegas mantan Menteri Negara Perumahan Rakyat Indonesia pada jaman Presiden Soeharto ini.

Dia juga melihat MPR menjalankan tugasnya dengan baik. Kerja MPR yang efektif dan dibutuhkan masyarakat adalah dalam menggalakan sosialisasi Empat Pilar. Tugas tersebut membuat MPR punya wibawa di mata masyarakat.



Sumber: Suara Pembaruan