Kibarkan Bendera Setengah Tiang, KPK Kenang Jasa Habibie

Kibarkan Bendera Setengah Tiang, KPK Kenang Jasa Habibie
Foto dokumentasi pada 27 Maret 2007 menunjukkan mantan Presiden Indonesia BJ Habibie melambaikan tangan kepada wartawan setelah menghadiri sidang di Jakarta setelah memberikan penjelasan kepada komisi yang mencari kebenaran tentang kekerasan mematikan di Timor Timur. ( Foto: AFP / Adek BERRY )
Fana Suparman / FMB Kamis, 12 September 2019 | 14:42 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengibarkan bendera setengah tiang selama tiga hari sejak Kamis (12/9/2019) hingga Sabtu (14/9/209). Pengibaran bendera setengah tiang ini sebagai ungkapan belasungkawa serta penghormatan atas wafatnya Presiden ke-3 RI, Bacharuddin Jusuf Habibie.

"Bendera setengah tiang di KPK merupakan bagian dari ungkapan hari berkabung nasional serta penghormatan terhadap almarhum. Sesuai UU dan edaran dari mensesneg, pengibaran bendera setengah tiang akan dilakukan mulai hari ini 12 - 14 Sept 2019," kata Jubir KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Kamis (12/9/2019).

Febri mengatakan, Habibie memiliki peran dan kontribusi besar bagi Indonesia. Mulai dari kebebasan pers hingga sejumlah landasan pemberantasan korupsi pascareformasi, seperti UU No. 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dari KKN dan UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

"Kontribusi almarhum saat menjadi Presiden ketiga masih kita rasakan sampai saat ini," katanya.

Dikatakan UU nomor 31/1999 memiliki peran penting dalam pemberantasan korupsi di Indonesia. Apalagi dalam UU 31 Tahun 1999 itulah pertama kali ditegaskan perintah membentuk KPK.

"UU ini ditandatangani BJ. Habibie sebagai Presiden saat itu, yaitu disahkan 16 Agustus 1999," katanya.



Sumber: Suara Pembaruan