Alexander Marwata Sebut Tidak Terkesan dengan OTT KPK

Alexander Marwata Sebut Tidak Terkesan dengan OTT KPK
Alexander Marwata. ( Foto: Antara )
Yeremia Sukoyo / YUD Kamis, 12 September 2019 | 16:08 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi III DPR RI kembali melakukan uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) kepada Calon Pimpinan (Capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Gedung Parlemen RI, Jakarta, Kamis (12/9). Capim KPK petahana Alexander Marwata, dalam uji kepatutan dan kelayakan menekankan pentingnya upaya pencegahan ketimbang penindakan seperti yang selama ini dilakukan.

Di hadapan Anggota DPR Komisi III, Alexander Marwata, mengakui, dirinya selama ini sangat tidak terkesan dengan berbagai tindakan OTT yang dilakukan KPK. Bahkan dirinya menyebutkan, hanya orang goblok yang bisa terkena OTT.

"Saya tidak berkesan dengan OTT. Hanya orang yang goblok saja yang kena OTT," kata Alexander Marwata dalam rangkaian uji kepatutan dan kelayakan di Gedung Parlemen, Jakarta, Kamis (12/9).

Menurutnya, terkait pencegahan korupsi, memang ada yang mengatakan OTT merupakah langkah yang tidak bisa dicegah. Dirinya menceritakan pernah berdiskusi dengan bagian penindakan terkait pentingnya OTT atau pencegahan.

"Saya pernah menyampaikan begini, taruhlah ada pengusaha yang akan memberikan uang untuk memenangkan lelang. Mana yang lebih baik, kita cegah pengusaha itu memberikan uang, kita pastikan proses lelang itu atau kita tunggu pengusaha itu memberikan uang kepada penyelenggara negara," ujarnya menceritakan.

Menjawab pertanyaan itu, bagian penindakan malah menuturkan, jika KPK melakukan pencegahan maka tidak bisa melakukan OTT. "Kalau seperti itu tidak ada OTT. Kalau tujuannya penindakan OTT ya itu tadi. Seharusnya kita intervensi pelaksanaan lelangnya, kita bisa cegah potensi kerugian negara dan mencegah adanya pihak-pihak yang berurusan dengan korupsi," katanya.

Atas pemberian pernyataan yang blak-blakan itu, Alexander meyakini dirinya akan di-bully oleh banyak orang. Terlebih selama ini media juga memang lebih suka jika KPK melakukan OTT ketimbang pencegahan. "Saya pasti dibully banyak orang sampaikan seperti ini karena itu (pencegahan) tidak populer," ucapnya. 



Sumber: Suara Pembaruan