Alexander Marwata Tidak Tahu Konferensi Pers Pelanggaran Etik Firli

Alexander Marwata Tidak Tahu Konferensi Pers Pelanggaran Etik Firli
Suasana tes wawancara dan uji publik Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (Capim KPK) periode 2019-2023 yang di ikuti oleh mantan Direktur Penyidikian KPK, Irjen Firli Bahuri (kiri) di Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta, Selasa 27 Agustus 2019. ( Foto: Suara Pembaruan/Joanito De Saojoao )
/ YUD Kamis, 12 September 2019 | 16:13 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Calon pimpinan KPK petahana Alexander Marwata mengakui tidak mengetahui adanya konferensi pers yang dilakukan Wakil Ketua KPK Saut Situmorang dan Juru Bicara (Jubir) KPK Febri Diansyah terkait dengan dugaan pelanggaran etik yang dilakukan capim KPK Firli Bahuri.

"Setelah kejadian konferensi pers itu, saya diberi tahu Bu Basaria. Saya kirim pesan WhatsApp ke Febri, kenapa ada konferensi pers, sementara pimpinan yang ada di kantor tidak diberi tahu atau saya yang tidak tahu, karena tidak membuka grup WhatsApp," kata Alexander dalam uji kelayakan di kompleks Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Kamis (12/9/2019).

Ia mengatakan bahwa konferensi pers itu tidak diketahui pimpinan lainnya, padahal dirinya dan Basaria Pandjaitan ada di Kantor KPK RI. Pada saat itu Ketua KPK Agus Rahardjo sedang berada di Yogyakarta.

Menurut dia, pimpinan KPK telah mendapatkan surat dari anggota Dewan Pertimbangan Pegawai (DPP) KPK Muhammad Tsani agar hasil pengawasan internal bahwa ada dugaan pelanggaran etik yang dilakukan Firli, dibuka ke publik.

"Saya sudah menyampaikan kepada Pak Agus (Ketua KPK) terkait dengan konferensi pers kemarin. Karena beliau di dalam disposisi telah meminta agar kasus Firli dihentikan," ujarnya.

Alex menjelaskan bahwa dirinya bersama Basaria dan Agus Rahardjo telah sepakat agar kasus dugaan pelanggaran etik yang dilakukan Firli itu dihentikan karena mantan Kapolda NTB itu sudah ditarik kembali ke kepolisian.

Menurut dia, Firli sudah menjelaskan terkait dengan kasusnya tentang pertemuannya dengan Gubernur NTB Tuan Guru Bajang Muhammad Zainul Majdi terkait dengan penyelidikan dugaan korupsi dalam divestasi Newmont.

"Saya bilang, Pak Agus kondisi ini harus jelaskan ke publik, harus meredakan hiruk pikuk ini. Tiga bulan terakhir usahakan bersatu kembali, satu suara, satu pikiran menyelesaikan persoalan di dalam," katanya.



Sumber: ANTARA