Baru Ungkap Pelanggaran Etik Firli, KPK Dipertanyakan

Baru Ungkap Pelanggaran Etik Firli, KPK Dipertanyakan
Hendardi. ( Foto: Antara )
Yustinus Paat / YUD Kamis, 12 September 2019 | 18:55 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Mantan Anggota Pansel Capim KPK, Hendardi, menilai tindakan Wakil Ketua KPK Saut Situmorang dan Dewan Penasihat KPK Mohammad Tsani Annafari yang menggelar konferensi pers dan menyatakan Irjen Firli melakukan pelanggaran etik berat, sebagai pembunuhan karakter. Menurut Hendardi, Saut Cs tersebut juga sudah berpolitik.

“Saya melihatnya tindakan (Saut Cs) ini sebagai upaya membunuh karakter seseorang,” kata Hendardi di Jakarta, Kamis (12/9/2019).

Kesimpulan Hendardi itu bukan tanpa alasan. Menurut dia, Pansel Capim KPK sudah pernah bertanya kepada KPK mengenai prosedur pengambilan keputusan terkait pelanggaran kode etik.

“Kami tanya Pengawasan Internal KPK. Prosedurnya kalau ada internal KPK diduga bersalah harus sampai sidang. Yang menyidangkan itu Komisioner KPK, Wadah Pegawai dan Pengawasan Internal. Itu tak pernah terjadi pada Firli, karena dia keburu ditarik Kapolri untuk bertugas ke Sumsel,” jelas Hendardi.

Karena tidak pernah ada sidang dugaan pelanggaran etik tersebut, menurut Hendardi, Saut Cs tidak boleh menyimpulkan Firli telah bersalah melanggar etik.

“Saya tidak punya kepentingan apa-apa di sini. Tapi kalau seperti itu berarti (Saut Cs) sudah berpolitik, antara lain membunuh karakter seseorang,” tegas dia.

Soal dugaan pelanggaran etik Firli saat bertemu Tuan Guru Bajang, Hendardi mengatakan semua sudah dikonfirmasi ke jenderal bintang dua tersebut. Pertanyaan serupa juga sudah ditujukan kepada Firli saat tahap seleksi wawancara dan uji publik.

“Ketika diwawancara dan diuji publik kami tanya tuduhan-tuduhan tersebut atas dasar data yang diberikan KPK,” ujarnya.

Hendardi menyayangkan Saut Cs telah melakukan pembunuhan karakter pada Firli yang sedang menjalani uji kelayakan dan kepatutan di DPR. Padahal, menurut Hendardi, Firli termasuk Capim KPK yang mumpuni.

“Dalam tiap tahap seleksi, dia tidak pernah keluar dari 5 besar,” ungkap aktivis HAM ini.

Sebelumnya, Komisioner KPK lainnya, Alexander Marwata, mengaku tak percaya dan kaget dengan konferensi pers yang dilakukan Saut cs terkait dugaan pelanggaran etik berat yang dilakukan oleh Firli. Dia mengaku baru mengetahui tentang konferensi pers tersebut setelah Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan mengirimkan sebuah tautan berita di salah satu media kepada dirinya lewat aplikasi tukar pesan Whatsapp.

"Kemarin saya kaget ada konferensi pers seperti itu dan saya tahunya dari Basaria," kata Alexander saat mengikuti uji kelayakan dan kepatutan di Komisi III DPR RI, hari ini.



Sumber: BeritaSatu.com