Pilkada Serentak, PDIP Terbuka Koalisi dengan Gerindra dan PKS

Pilkada Serentak, PDIP Terbuka Koalisi dengan Gerindra dan PKS
Ketua DPP PDI Perjuangan bidang Pemenangan Pemilu, Bambang Wuryanto. ( Foto: Ist )
Markus Junianto Sihaloho / FMB Sabtu, 14 September 2019 | 10:34 WIB

Sintang, Beritasatu.com - Ketua DPP PDI Perjuangan bidang Pemenangan Pemilu, Bambang Wuryanto, menyatakan Pilkada Serentak 2020 merupakan agenda yang sangat menguras energi. Partai itu membuka diri untuk bekerja sama dengan partai politik yang lain, termasuk Gerindra dan PKS.

Kata Bambang, pilkada serentak 2020 akan dilaksanakan di 270 daerah. Setiap pemilihan di sebuah daerah membutuhkan kerja keras, sehingga keserentakannya benar-benar akan menguras stamina.

"Ini keserentakan (Pilkada 2020, red) yang menguras energi yang luar biasa," kata Bambang di sela konsolidasi DPD PDI Perjuangan Kalimantan Barat di Kabupaten Sintang, Sabtu (14/9/2019).

Selain itu, Bambang menyebut pertarungan di Pilkada serentak 2020 memiliki karakter yang berbeda setiap daerahnya. Arah pertempuran Pilkada tergantung masing-masing pasangan calon yang diusung parpol.

Dia memprediksi, para paslon yang bertarung akan mengeluarkan biaya kampanye yang sangat besar di Pilkada 2020. Biaya itu akan sangat ditentukan oleh gaya kampanye serta cara meraih suara masyarakat.

Lebih lanjut, Pria yang akrab disapa Pacul itu mengatakan partainya siap bekerja sama dengan parpol lain dalam mengusung pasangan calon di Pilkada 2020. Termasuk dengan Gerindra dan PKS, yang berseberangan ketika Pilpres 2019 lalu.

Menurutnya, koalisi politik dalam pilkada biasanya memang bersifat cair. Koalisi politik di tingkat nasional kerap kali tak berjalan di tingkat daerah.

"Lihat saja saat kejadian pilkada-pilkada sebelumnya itu, sesungguhnya sudah sangat cair," kata Pacul.

Pada pilkada serentak sebelumnya PDIP juga sudah pernah bekerja sama dengan kedua partai itu. Maka di Pilkada serentak 2020 mendatang, Pacul menyebut PDIP bisa berkoalisi dengan partai manapun termasuk PKS dan Gerindra.

"Nanti bisa saja kita berkawan dengan Gerindra, kadang-kadang berkawan dengan PKS, itu fakta lapangan sebelumnya sudah terjadi. Kans besarnya akan terjadi lagi," ujarnya.

Pilkada Serentak akan diselenggarakan kembali pada tahun 2020 mendatang. Ada 270 daerah yang akan mengikuti Pilkada Serentak ini.



Sumber: BeritaSatu.com