Jelang Munas, Golkar Tak Akan Pecah

Jelang Munas, Golkar Tak Akan Pecah
Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlanngga Hartarto, Ketua Dewan Pembina Agurizal Bakrie dan Ketua DPR Bambang Soesatyo duduk bersama di sela-sela acara penghargaan untuk caleg Partai Golkar di Hotel Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta, Minggu, 15 September 2019. ( Foto: Istimewa )
Asni Ovier / AO Senin, 16 September 2019 | 08:04 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Partai Golkar sebagai partai yang sudah sangat berpengalaman dalam hal mengelola berbagai persoalan bangsa diyakini tidak akan pecah. Yang terjadi selama ini hanya karena sedikit berbeda cara pandang dalam perspektif pengelolaan isu menjelang Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar pada Desember mendatang.

"Perbedaan itu merupakan dinamika untuk saling mempertegas sikap bagaimana Golkar akan menjadi lebih solid ke depan di dalam menghadapi berbagai persoalan bangsa dengan tantangan-tantangan yang lebih spesifik. Oleh karena itu, semua pihak ingin agar Golkar cepat terkonsolidasi," ujar Ketua DPP Partai Golkar Bidang Penggalangan Seniman, Budayawan, dan Kelompok Strategis Lainnya, Dharma Oratmangun di Jakarta, Senin (16/9/2019).

Dikatakan, DPP Partai Golkar saat ini tengah melakukan berbagai rapat koordinasi bidang, kemudian nantinya dibuat rapat pimpinan harian dan juga rapat pleno untuk mengambil langkah-langkah organisatoris menjelang Munas. Biasanya, kata dia, Munas didahului dengan rapat pimpinan nasional (rapimnas).

Dharma mengatakan, dalam rangka mengevaluasi hasil capaian Pemilu 2019, Partai Golkar telah memberikan penghargaan kepada seluruh calon anggota legislatif yang telah berjuang secara kolektif untuk meyakinkan hati rakyat dan memenangkan Golkar di peringkat ke-2 dalam perolehan kursi di DPR.

"Hal itu diapresiasi oleh Dewan Pimpinan Pusat. Ketua Umum Airlangga Hartarto dan Sekretaris Jenderal Lodewijk Paulus atas nama Partai Golkar memberikan medali dan piagam bagi seluruh caleg yang bertarung pada pemilu kemarin," ujarnya.

Penghargaan juga diberikan kepada seluruh kader yang menduduki pimpinan DPRD provinsi maupun kota dan kabupaten di seluruh Indonesia. Mereka juga telah dikumpulkan dan diberikan pembekalan tentang ruang lingkup tugas dan fungsi sebagai pimpinan di legislatif. Mereka juga diinstruksikan untuk mendukung kepemimpinan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Terpilih KH Ma'ruf Amin.

"Terkait dengan itu, Golkar harus tetap solid, karena disinyalir ada pihak-pihak yang kurang rela Golkar akan menjadi kompak dan kuat. Sebab, jika kuat, maka Golkar akan terus bekerja sama dengan partai-partai lain dalam menjaga keutuhan NKRI dan membangun bangsa Indonesia menjadi bangsa yang besar dan disegani di mata dunia," ujar Dharma.

Dikatakan, Airlangga Hartarto, Bambang Soesatyo, dan juga para calon kandidat ketua umum lain adalah para kader unggulan Partai Golkar. Mereka terus bercita-cita untuk menghadirkan Golkar sebagai partai masa kini yang tanggap akan kebutuhan zaman dari masa ke masa.

Airlangga Hartarto sebagai ketua umum, kata Dharma, telah menunjukkan berbagai prestasi yang secara objektif perlu untuk diberikan apresiasi yang layak. Airlangga dipandang mampu untuk memimpin Partai Golkar periode ke depan.

"Munas Desember nanti akan menjadi ajang positif untuk para kandidat beradu gagasan dan mengusung cita-cita luhur sebagaimana Golkar ketika dilahirkan, yakni Golkar hadir untuk menyelamatkan bangsa Indonesia," tutur Dharma.



Sumber: Suara Pembaruan