Cerminkan Permusyawaratan, Pemerintah Dukung Pimpinan MPR 10 Orang

Cerminkan Permusyawaratan, Pemerintah Dukung Pimpinan MPR 10 Orang
Gedung MPR, DPR, dan DPD. ( Foto: Antara )
Carlos KY Paath / WBP Senin, 16 September 2019 | 13:34 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) periode 2019-2024 terdiri atas 10 orang. Hal tersebut merupakan hasil revisi Undang-Undang (UU) Nomor 2/2018 tentang MPR, DPR, DPD, DPRD (MD3). Pemerintah mendukung keputusan itu. Jumlah pimpinan 10 orang mencerminkan MPR sebagai lembaga permusyawaratan.

“Penambahan pimpinan MPR itu semata-mata menunjukkan bahwa MPR adalah lembaga permusyawaratan. Bentuk keterwakilan setiap fraksi dan kelompok anggota MPR yaitu DPD sebagaimana hasil Pemilu 2009,” kata Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo dalam keterangan kepada Beritasatu.com, Senin (16/9/2019).

Anggota MPR terdiri atas anggota DPR dan DPD. Pada periode 2019-2024, terdapat sembilan partai politik yang lolos parlemen yaitu PDI Perjuangan, Partai Golkar, Partai Gerindra, PKB, Nasdem, PKS, Partai Demokrat, PAN, dan PPP. Masing-masing partai tersebut memiliki fraksi di DPR dan MPR.

Satu unsur pimpinan MPR lainnya nanti berasal dari unsur anggota DPD. Tjahjo menyatakan, keterwakilan seluruh fraksi dan DPD diharapkan dapat memudahkan pengambilan keputusan terkait kebijakan politik ketatanegaraan.

“Harapannya tentu lahir musyawarah mufakat sebagaimana amanat konstitusi. Semua punya komitmen yang sama membangun sistem pemerintahan presidensial yang lebih efektif dan efisien,” kata mantan ketua Fraksi PDI Perjuangan DPR tersebut.

Sebelumnya, Ketua Panitia Kerja (Panja) Rancangan Undang-Undang (RUU) MD3 DPR, Totok Daryanto menjelaskan, setiap fraksi di MPR dan kelompok anggota akan mengajukan satu orang pimpinan MPR.

Dengan begitu, Totok menambahkan, ketentuan Pasal 427C tentang mekanisme pemilihan pimpinan MPR dan ketentuan jumlah pimpinan MPR yakni satu ketua dan empat wakil ketua, dihapus. Pengesahan revisi UU MD3 akan dilakukan di Sidang Paripurna DPR dalam waktu dekat.



Sumber: Suara Pembaruan