Ormas Pendiri Golkar Minta Pembangkang Dipecat

Ormas Pendiri Golkar Minta Pembangkang Dipecat
Ilustrasi Partai Golkar ( Foto: Beritasatu.com )
Robertus Wardi / JAS Senin, 16 September 2019 | 16:55 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Organisasi Massa (Ormas) Tri Karya (Pendiri) Partai Golkar (PG) yang terdiri atas Kosgoro 1957, MKGR, dan Soksi merekomendasikan agar memecat semua kader yang membangkang. Tindakan mereka dianggap merusak dan menghancurkan Golkar.

"Mendesak kepada Ketua Umum Airlangga Hartarto agar mengambil sikap dan tidak ragu memberikan sanksi tegas kepada pembangkang," kata kader MKGR Ruslan Jauharis ‎dalam aksi unjukrasa di kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PG, Jalan Anggrek Neli, kawasan Slipi, Jakarta Pusat, Senin (16/9/2019).

Aksi yang tergabung dalam Aliansi Konstituen Pemilih dan Kader Ormas Tri Karya ini hanya berlangsung di pinggir jalan masuk kantor DPP PG. Mereka tidak diperkenankan menggelar aksi dukungan dalam kantor DPP karena dijaga kader AMPG dan aparat kepolisian. Mereka hanya boleh menyampaikan pernyataan sikap tepat di pagar kantor.

Ruslan meminta Arilangga agar merevitalisasi dan meninjau kembali fungsionaris DPP Golkar yang tidak taat asas, merendahkan muruah dan martabat partai. Mereka harus diberi peringatan dan sanksi tegas sesuai aturan partai.

"Mereka tidak boleh dilibatkan sebagai peserta dalam forum-forum pengambilan keputusan, baik Rapimnas maupun Munas Golkar tahun 2019 ini," tegas Ruslan.

Laras Suciyanto dari Kosgoro 57 meminta para pimpinan ormas Tri Karya agar tetap berkomitmen menjaga soliditas partai. Para pimpinan Tri Karya harus bertindak tegas kepada kader-kader yang tidak tunduk dan taat pada aturan atau konstitusi Ormas Tri Karya.

"Kepada fungsionaris DPP Partai Golkar, Pimpinan Ormas Pendiri, Didirikan dan Sayap, Badan dan Lembaga, DPD Provinsi/Kabupaten/Kota Partai Golkar diimbau untuk menghargai, menaati dan menjaga citra, muruah, dan martabat Partai Golkar. Khususnya dalam membangun opini publik, lebih mengedepankan perdebatan konsep dan gagasan dalam memenangkan pilihan politiknya," tutup Yanto.



Sumber: Suara Pembaruan