PDI Perjuangan Akan Tetap Kuasai Jateng pada Pilkada Serentak 2020

PDI Perjuangan Akan Tetap Kuasai Jateng pada Pilkada Serentak 2020
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. ( Foto: Suara Pembaruan/Stefy Thenu )
Stefi Thenu / AMA Selasa, 17 September 2019 | 13:06 WIB

Semarang, Beritasatu.com - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sangat yakin PDI Perjuangan akan tetap menguasai Jawa Tengah pada Pilkada serentak 2020.

"Potensi kemenangan di tingkat dukungan, dengan asumsi kekuatan partai kita sudah melihat, jika di situ PDIP menang maka kemungkinan untuk menang besar. PDIP punya tradisi kemenangan, mayoritas mesti menang lah. Minimal di daerah yang pernah menang, kembali menang," ujar Ganjar yang juga kader PDI Perjuangan tersebut di Semarang, Selasa (17/9/2019).

Ganjar mengatakan, minimal kemenangan bakal diraih di daerah-daerah yang PDI Perjuangan meraih suara terbanyak seperti di Semarang, Wonogiri, dan khususnya Surakarta.

Prediksinya tersebut berdasarkan asumsi kekuatan partai yang sudah terlihat pada pemilu-pemilu sebelumnya, dari Pilgub, Pileg dan Pilpres kemarin. Ganjar yakin PDIP bakal mendominasi kemenangan di Pilkada serentak di 21 kabupaten/kota di Jawa Tengah ini.

Kekuatan partai, menurut dia, memang bukan satu-satunya indikator untuk meraih kemenangan di kontestasi tersebut. Salah satunya adalah kekuatan kandidat. Saat ini proses yang tengah dilakukan PDI Perjuangan adalah mengintai tokoh-tokoh yang layak untuk dicalonkan.

"Maka penguatan ada di kandidat, karena 30-40% kemenangan itu ada di kandidat. Saya belum menghitung berapa kemungkinan kemenangan yang bakal diraih PDI Perjuangan. Saya belum mendeteksi satu persatu karena calonnya juga belum muncul," katanya.

Pilkada serentak Jateng akan dilakukan di 21 daerah yang akan memilih bupati/walikota pada 23 September 2020. Prosesnya diawali penyerahan dukungan dari partai politik pada calon dengan batas waktu penyerahan paling lambat 5 Maret 2020. Setelah itu, masa kampanye berlangsung dari 11 Juli -hingga 19 September 2020 atau 81 hari.

PDI Perjuangan menyambut gelaran Pilkada serentak tersebut dengan sangat matang. Bahkan menurut Ganjar, diajukannya pelaksanaan Kongres di Bali kemarin salah satu alasan terbesarnya adalah Pilkada. Karena Pilkada serentak itu bukan sekadar kontestasi di level kabupaten kota tapi agregatnya sampai nasional.

"PDI Perjuangan lebih siaplah karena sudah terbiasa. Kalau di beberapa tempat ada beberapa pertimbangan calon saya kira itu wajar. Daerah-daerah yang kuat dan lemah pasti kader itu full team. Setelah istirahat pasca Pilgub, pileg dan pilpres, nah sekarang warming up untuk persiapan dan akan bergotong royong," katanya.

Menurut Ganjar, salah satu kota yang paling seksi dalam gelaran Pilkada ini adalah Surakarta. Selain dianggap sebagai basis besar kader banteng, calon-calon wali kota juga sudah bermunculan dari Wakil Walikota Surakarta saat ini Ahmad Purnomo sampai nama anak sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming.

"Solo ini kan jadi menarik. Dan saat ini partai pasti melakukan kalkulasi siapa yang paling layak diajukan dan akan ada potensi menang yang tinggi. Tapi bukan sekadar menang tapi yang mampu membawa misi program kerakyatan dan kepartaian. Siapapun calonnya sangat terbuka dan siapapun bisa masuk," katanya.



Sumber: BeritaSatu.com