Bulgaria Dukung Indonesia di Isu Sawit dan Papua

Bulgaria Dukung Indonesia di Isu Sawit dan Papua
Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Retno Marsudi (kiri) saat bertemu dengan Perdana Menteri (PM) Bulgaria Boyko Borisov dan Menlu Bulgaria Ekaterina Zaharieva. ( Foto: Ist )
Natasia Christy Wahyuni / FMB Selasa, 17 September 2019 | 20:27 WIB

Sofia, Beritasatu.com - Menteri Luar Negeri Republik Indonesia (RI) Retno Marsudi mengunjungi ibu kota Bulgaria, Sofia, pada 15-16 September 2019. Selain melakukan pertemuan bilateral dengan Menlu Bulgaria Ekaterina Zaharieva, Retno juga diterima oleh Perdana Menteri (PM) Bulgaria Boyko Borisov dan Presiden Bulgaria Rumen Radev.

Menurut Retno, Bulgaria menyatakan siap membantu Indonesia untuk menjadi pintu masuk ke pasar Uni Eropa (UE).

"Bulgaria juga memastikan dukungannya terhadap posisi Indonesia di forum internasional," kata Retno usai bertemu dengan Menlu Ekaterina, Minggu (15/9/2019), sebagaimana dikutip dari siaran pers Kementerian Luar Negeri hari Selasa (17/9).

Kedua negara sepakat untuk meningkatkan hubungan bilateral di berbagai bidang, terutama politik dan ekonomi. Bulgaria juga menegaskan dukungannya kepada keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), termasuk isu Papua.

Bulgaria mengimpor sepertiga kebutuhan minyak kelapa sawit dari Indonesia. Volume perdagangan bilateral RI-Bulgaria pada 2018 mengalami peningkatan sebesar 330 persen dari tahun sebelumnya. Sedangkan, jumlah wisatawan Bulgaria ke Indonesia juga mengalami peningkatan sebesar 15 persen.

Kedua menlu berkomitmen untuk mendorong interaksi bisnis yang lebih intensif untuk memenuhi potensi kerjasama ekonomi kedua negara.

Dalam pertemuan dengan PM dan Presiden Bulgaria, Senin (16/9), baik Bulgaria maupun Indonesia menyatakan komitmen untuk meningkatkan hubungan bilateral terutama dalam bidang ekonomi, perubahan iklim dan dialog lintas agama.

Kunjungan kerja ini juga dimanfaatkan Retno dengan membawa delegasi bisnis dari Kamar Dagang dan Industri (Kadin) yang beranggotakan 17 orang dari berbagai sektor, seperti minyak kelapa sawit, energi, informasi teknologi komunikasi, pertanian, pariwisata, produk makanan, dan furniture.

Retno membuka forum bisnis sekaligus menyaksikan penandatanganan MoU antara Kadin RI dengan Kadin Bulgaria atau Bulgarian Chamber of Commerce and Industry (BCCI).

Kerja sama budaya juga menjadi tema utama kunjungan ini. Pada Senin, Menlu Retno bersama dengan Menteri Kebudayaan Bulgaria, Boil Banov, bersama-sama membuka “Indonesian Permanent Collection” di National Gallery Bulgaria. Pameran itu menampilkan berbagai koleksi tekstil, artefak, dan perhiasan tradisional Indonesia, seperti batik, patung, kerajinan emas dan perak, dari Sumatera, Jawa. Bali, Kalimantan, sampai Papua. 



Sumber: Suara Pembaruan