Gelar Konferensi Studi Nasional, PMKRI Soroti Persoalan HAM dan Ekologi

Gelar Konferensi Studi Nasional, PMKRI Soroti Persoalan HAM dan Ekologi
Ketua Presidium PP PMKRI, Juventus Prima Yoris Kago berpidato dalam acara "Koferensi Studi Nasional (KSN)" di Kota Kupang, NTT, Rabu, 18 September 2019. ( Foto: Istimewa )
Asni Ovier / AO Rabu, 18 September 2019 | 14:26 WIB

Kupang, Beritasatu.com - Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) St Thomas Aquinas menggelar Koferensi Studi Nasional (KSN) di Kota Kupang. Dalam acara yang digelar pada 17-21 September 2019 itu, PMKRI menyoroti persoalan hak asasi manusia (HAM) dan ekologi di Tanah Air.

Agenda Konferensi Studi Nasional PMKRI se-Indonesia tersebut diawali dengan seminar nasional yang dihadiri oleh ribuan peserta dari mahasiswa, organisasi kepemudaan, tokoh lintas agama, dan para pelajar. Seminar dengan tema "Pembangunan Berkelanjutan dalam Memperkokoh Ketahanan Nasional Menuju Indonesia Emas 20145" tersebut dihadiri oleh Wakil Gubernur NTT, Yosef Naisoi yang sekaligus membuka acara, Rabu (18/9/2019).

Ketua Presidium PP PMKRI, Juventus Prima Yoris Kago dalam sambutannya menegaskan, acara tersebut digelar sebagai respon PMKRI terhadap situasi nasional. Sebagai organisasi pergerakan, kata Juventus, PMKRI menyadari perlunya melakukan refleksi kritis untuk memberikan sumbangan gagasan demi kemajuan terhadap bangsa.

“PMKRI dalam agenda nasional menyoroti tiga persoalan yang menjadi konsen pergerakan dan refleksi kritis, yakni persoalan HAM, ekologi, dan persatuan Indonesia," kata Juventus. Dari tiga isu penting yang menjadi fokus pergerakan dan perjuangan PMKRI itu, maka Konferensi Studi Nasioal kali ini PMKRI fokus pada dua isu dan persoalan utama yang harus dipercahkan bersama, yakni masalah ekologi dan HAM.

“Kita lihat berbagai problem bangsa yang terjadi hari ini, seperti kebakaran hutan, yang dari tahun ke tahun semakin tidak terkontrol dan kasus-kasus pelanggaran HAM di Indonesia yang belum diselesaikan secara serius. Untuk itu, kami perlu mempertegas lagi agar tidak menjadi bangsa pelupa,” katanya.

Sementara, Wagub NTT Josef Naisoi memberikan apresiasi kepada PMKRI yang telah mengambil Kota Kupang sebagai Konferensi Studi Nasional PMKRI kali ini. “Mewakili Pemerintah Provinsi NTT, kami mengucapkan selamat datang bagi seluruh delegasi PMKRI. Selamat datang di Kota Kupang, Kota Kasih, dan Nusa Tinggi Toleransi,” ujar Naisoi yang juga alumni PMKRI tersebut.

Dikatakan, pemerintah dan masyarakat Kota Kupang menyadari bahwa tema yang diangkat oleh PMKRI pada acara kali ini sangat tepat dengan situasi bangsa dan negara. Di tengah situasi bangsa saat ini, PMKRI melakukan terobosan dengan melakukan refleksi kritis dengan berbagai kajian dari segala bidang keilmuan.

"Sebagai mahasiswa, ini (KSN) adalah hal baik, karena kita perlu memberikan respon dan gagasan untuk memajukan nusa dan bangsa,” ujar Naisoi. Dikatakan, pemerintah NTT sedang berupaya menekan angka kasus pelanggaran HAM dan persoalan lainnya yang juga sejalan dengan apa yang menjadi kepedulian dari pergerakan PMKRI.

“Pemerintah Provinsi NTT juga membutuhkan pemikiran dan gagasan para pemuda untuk berkolaborasi, tentunya untuk tujuan baik, demi yang kita impikan yakni bonum commune (kebaikan bersama, Red),” katanya.

 



Sumber: Suara Pembaruan