HMI Sumut Minta Segera Kawal Kinerja KPK

HMI Sumut Minta Segera Kawal Kinerja KPK
Wakil Ketua KPK Laode M Syarif (kanan) didampingi Juru Bicara KPK Febri Diansyah, menyampaikan keterangan pers tentang penetapan tersangka kasus dugaan suap perdagangan minyak mentah dan produk kilang Pertamina Energy Service Pte. Ltd. (PES) yang merupakan Subsidiary Company Pertamina di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa 10 September 2019. ( Foto: Suara Pembaruan/Joanito De Saojoao )
Yustinus Paat / AMA Kamis, 19 September 2019 | 11:31 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Umum Badan Koordinasi HMI Sumatera Utara Alwi Hasbi Silalahi menilai, proses pemilihan Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia sudah baik dan sesuai dengan prosedur yang berlaku. Menurut Hasbi, terpilihnya pimpinan KPK ini harus disikapi dengan semangat mengawal kinerja selama satu periode kepemimpinan mereka.

"Sudah prosedural, kan yang menetapkan juga DPR yang notabene wakil-wakil kita masyarakat Indonesia. Sudah melalui pansel juga, artinya tidak ada mekanisme yang dilanggar. Lebih baik tugas kita sekarang mengawal kinerja KPK untuk terus berjalan dengan sebaik-baiknya," ujar Hasbi kepada Beritasatu.com, Kamis (19/9/2019).

Hasbi pun meminta kepada semua pihak untuk menghentikan penilaian buruk kepada pimpinan KPK yang baru saja terpilih. Dia menilai masih banyak pekerjaa rumah pemberantasan korupsi yang harus segera diselesaikan.

"Sekali lagi perlu ditegaskan, pimpinan KPK ini dipilih wakil-wakil kita di parlemen. Kita harus yakin bahwa mereka punya alasan yang cukup untuk menentukan siapa pimpinan KPK yang akan bekerja dengan maksimal. Mari berhenti menilai bahwa akan ada hal buruk yang terjadi dengan pimpinan KPK yang baru ini," tandas Hasbi.

Soal beragam aksi penolakan pimpinan KPK baru menurut Hasbi hal yang wajar. Dia juga meminta aparat keamanan untuk mengawal beragam aksi dengan arif dan mengedepankan aksi-aksi persuasif.

"Kalau ada yang unjuk rasa menolak ya biasa saja, pro dan kontra itu kan sangat wajar. Iklim demokrasi kita juga mengizinkan hal itu. Tinggal lagi baiknya berjalan dengan lancar, hindari benturan. Kepolisian yang mengawal harus lebih arif dan mengedepankan langkah-langkah persuasif," pungkas Hasbi.



Sumber: BeritaSatu.com