Mendagri Ingatkan Empat Pilar Kebangsaan sebagai Perekat Keutuhan

Mendagri Ingatkan Empat Pilar Kebangsaan sebagai Perekat Keutuhan
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo. ( Foto: ANTARA FOTO / Nova Wahyudi )
Carlos KY Paath / AO Kamis, 19 September 2019 | 20:44 WIB

Banjarbaru, Beritasatu.com - Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika telah menjadi prinsip kehidupan berbangsa dan bernegara. Empat pilar kebangsaan itu juga perekat keberagaman Indonesia.

"Kita perlu perekat untuk menjaga keutuhan bangsa. Perekat itu tidak lain adalah Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Itu adalah prinsip kehidupan berbangsa dan bernegara yang sudah final," kata Tjahjo.

Hal itu disampaikan Tjahjo saat membuka Pekan Kerja Nyata (PKN) Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) 2019 di area perkantoran kantor Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel), Banjarbaru, Kalsel, Kamis (19/9/2019).

"Justru, ujar Tjahjo, tantangan-tantangan yang dihadapi oleh bangsa ini seharusnya tidak lagi persoalan Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Kita harus mewujudkan persatuan dan kesatuan, memperkokohnya, mewujudkan pemerataan pembangunan, dan kesejahteraan rakyat," ujar Tjahjo.

Tjahjo mengungkap, terdapat beberapa tantangan bangsa, yaitu terorisme, narkoba, dan masalah gizi anak, termasuk tingginya kematian ibu hamil, stunting, dan lain sebagainya.

Pada kesempatan itu, Mendagri membacakan penggalan sebuah puisi yang ditulis Proklamator sekaligus Presiden pertama Sukarno berjudul "Aku Melihat Indonesia. "Kenapa saya sampaikan puisi ini? 74 tahun kita merdeka. Sebagai negara merdeka, berdaulat dari Sabang Merauke, berbagai suku, agama, kelompok, bangsa ini merdeka karena jasa pahlawan kemerdekaan. Di semua daerah kita punya pahlawan," ucap Tjahjo.



Sumber: Suara Pembaruan