Pemilihan Anggota BPK Genting, Golkar dan PDIP Rotasi Anggota

Pemilihan Anggota BPK Genting, Golkar dan PDIP Rotasi Anggota
DPD akan memberikan 15 nama yang dianggap layak menjadi calon anggota BPK kepada DPR.
Markus Junianto Sihaloho / HA Kamis, 19 September 2019 | 22:46 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Proses pemilihan calon anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) masih belum selesai walau sebelumnya hendak dilaksanakan pada Kamis (19/9/2019) ini. Alih-alih pemilihan, yang terjadi justru pergantian anggota komisi.

Adalah Fraksi Partai Golkar yang sementara merombak susunan anggotanya di Komisi XI, dan secara terbuka mengakui perombakan itu dilakukan terkait akan digelarnya pemilihan anggota BPK.

Informasi perombakan itu tertuang dalam surat yang beredar di kalangan wartawan Parlemen, Kamis (19/9/2019) malam. Surat itu bernomor: SJ.00.2641/FPG/DPRRI/IX/2019 tertanggal 19 September 2019 yang ditandatangani Sekretaris FPG Adies Kadir.

Adies Kadir yang coba dikonfirmasi oleh wartawan tak menjawab telepon maupun pesan elektronik yang dikirim.

Namun, Anggota Komisi XI DPR Eva Kusuma Sundari mengakui kebenaran pergantian itu.

"Saya juga mendapat informasi itu," kata Eva.

Sebagai legislator Fraksi PDI Perjuangan, dia menyatakan pihaknya juga mengganti seorang anggota secara sementara, yakni M Prakosa.

Untuk diketahui, berdasarkan surat Fraksi Golkar itu, pergantian anggota komisi itu termasuk jabatan ketua komisi. Melchias Markus Mekeng yang merupakan Ketua Komisi XI diganti sementara. Lalu Muhammad Nur Purnamasidi, Sarmuji, Ahmadi Noor Supit, Andi Achmad Dara, M.Misbakhun, dan Agun Gunandjar Sudarsa.

Sementara penggantinya adalah Muhidin Muhammad Said, Maman Abdurrahman, Bobby Adhityo Rizaldi, Saiful Bahri Ruray, Saniatul Lativa, John Kennedy Aziz, dan Andi Fauziah Pujiwatie.

Saat ini, pimpinan Komisi XI sedang melakukan rapat internal. Eva mengatakan walau Mekeng diganti, masih ada tiga pimpinan Komisi XI lainnya, yakni Soepriyatno dari Partai Gerindra, Cik Marwan Hasan dari Partai Demokrat, dan Hafiz Thohir dari Partai Amanat Nasional.

Kata Eva, pembicaraannya bersifat teknis merespons masukan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) soal nama calon anggota BPK. Sesuai UU, Komisi XI memilih komisioner BPK RI dengan pertimbangan DPD. Masalahnya, Komisi XI hanya menyerahkan 32 nama calon ke DPD dari 64 nama pendaftar awal. Namun DPD memilih 15 nama dan dua di antaranya malah di luar 32 nama yang diajukan Komisi XI.

"Jadi ini bicara teknis merespons masukan DPD supaya tak cacat prosedural dan tak digugat secara hukum di masa mendatang," kata Eva.

Limabelas nama yang direkomendasikan DPD RI adalah Ahmad Muqowam, Harry Azhar Azis, Achsanul Qosasih, Shohibul Imam, Sahala Benny Pasaribu, dan Muhammad Syarkawi Rauf.

Selanjutnya Muhammad Yusuf Ateh, Chandra Wijaya, Eddy Suratman, Tjatur Sapto Edy, Daniel Lumbang Tobing, Wilgo Zainar, Kukuh Prionggo, Ahmadi Noor Supit, dan Hendra Susanto.



Sumber: BeritaSatu.com