Kader Muda Golkar Sayangkan Kehadiran Hasto di Munaslub MKGR

Kader Muda Golkar Sayangkan Kehadiran Hasto di Munaslub MKGR
Hasto Kristiyanto. ( Foto: Antara )
Robertus Wardi / WBP Jumat, 20 September 2019 | 18:48 WIB

Jakarta, Beritasatu.com  - Kader Muda Partai Golkar yang tergabung dalam Jaringan Aktivis Muda Partai Golkar (Jam Golkar) dan Sahabat Muda Airlangga Hartarto (Smart) menyayangkan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto yang ikut campur urusan internal Partai Golkar.

"Sangat menyesalkan kehadiran saudara Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto dalam acara di Hotel Sultan. Pasalnya acara yang digelar sebagai Munaslub MKGR tersebut merupakan kegiatan ilegal karena mengatasnamakan ormas sayap Partai Golkar MKGR,"‎ kata Ketua Umum Jam Golkar‎, Rudolfus Jack Paskalis di Jakarta, Jumat (20/9/2019).

Sebelumnya, Hasto Kristiyanto hadir dalam Munaslub MKGR di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis (20/9/2019). Munaslub itu ingin menggantikan Roem Kono dari jabatan ketua MKGR.

Jack mengemukakan saat ini, MKGR yang sah dipimpin Roem Kono. Hal itu berdasarkan Mubes di Bandung lima tahun lalu yang sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga MKGR. Hasil mubes juga menunjukk Adies Kadir sebagai sekretaris jenderal masa bakti 2015-2020.

"Kehadiran Hasto patut diduga ikut memperkeruh situasi internal Partai Golkar. Jika saudara Hasto bijak, maka harusnya menanyakan terlebih dahulu kepada pihak yang berkompeten di partai Golkar terkait penyelenggaraan acara tersebut. Kami sangat yakin Saudara Hasto yang berpengalaman dalam dunia organisasi mengetahui betul bahwa penyelenggaraan acara tersebut ilegal.Patut kami duga saudara Hasto secara sadar dan sengaja telah mengambil peran untuk ikut memperkeruh suasana internal Partai Golkar," jelas Rudolfus Jack Paskalis.

Menurutnya, kehadiran Hasto sebagai pihak luar makin menguatkan dugaan ada pihak-pihak tertentu dari luar partai Golkar yang sedang memiliki agenda menggembosi Partai Golkar. "Kami akan tetap solid menjaga keutuhan Partai Golkar. Kami sudah sangat terbiasa mengelola konflik internal secara demokratis," tutur Rudolfus Jack Paskalis.



Sumber: Suara Pembaruan