Pesan Sabam Sirait kepada GKR Hemas: Jaga Kehormatan DPD dan Bersaing secara Sportif

Pesan Sabam Sirait kepada GKR Hemas: Jaga Kehormatan DPD dan Bersaing secara Sportif
Anggota Dewan Perwakilah Daerah (DPD) Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas (kiri) ersilaturahmi ke rumah politisi senior Sabam Sirait di kawasan Bintaro Jakarta, Jumat, 20 September 2019. ( Foto: Suara Pembaruan / Hotman Siregar )
Hotman Siregar / AO Jumat, 20 September 2019 | 21:54 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas menemui politisi senior Sabam Sirait di rumahnya, kawasan Bintaro, Jakarta Selatan, Jumat (20/9/2019). Pak Sabam, biasa Sabam Sirait dipanggil, juga merupakan anggota DPD petahana dari daerah pemilihan DKI Jakarta.

Kehadiran Hemas disambut hangat oleh keluarga Sabam yang juga turut didampingi istrinya, Sondang Sidabutar, cucu pertamanya Josua Sirait, dan para staf. Sebelumnya, Sabam juga menerima kunjungan anggota DPD terpilih lainnya, yakni Jimly Asshiddiqie, La Nyalla Mattaliti, dan Nono Sampono.

Sabam adalah politisi yang sudah berkiprah sejak zaman Presiden Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid, Megawati Soekarnoputri, Susilo Bambang Yudhoyono, hingga Presiden Joko Widodo. Dia mempersilakan tamunya untuk duduk di ruang tamu dan dilanjutkan makan siang.

Dalam pertemuan sekitar satu jam itu, Hemas pun mengaku senang bisa berkunjung dan berbincang dengan Sabam. Politisi senior itu pun menceritakan perjalanan politiknya selama ini. Sabam menceritakan lika-liku dan warna-warni memperjuangkan apa yang diyakini sebagai kebenaran.

Sementara, Hemas berdoa agar Sabam sehat selalu dan dapat mempimpin Sidang Perdana DPD pada 1 Oktober mendatang. Menurutnya, Sabam merupakan tokoh senior yang sangat penting dalam dinamika politik Indonesia.

"Sebagai tokoh senior, Pak Sabam adalah sosok yang sangat berperan dalam sejumlah peristiwa politik di Tanah Air," katanya.

Hemas menuturkan, perjalanan politik Sabam sangat panjang dan membuatnya dikenal seorang tokoh politik senior. "Karena itu pula, para politisi harus belajar dari Pak Sabam, termasuk saya. Saat Pak Sabam sudah berpolitik, saya baru lahir, sehingga wajar jika saya belajar dari Pak Sabam," katanya.

Sebaliknya, Sabam mengaku tak berbakat jadi pemimpin. "Saya berbakat menjadi pendobrak saja," ucap anggota Dewan Pertimbangan Agung (DPA) dua periode yang langsung disambut tawa Hemas

Mantan Sekjen PDI itu mengaku salut melihat rekam jejak dan pendirian kuat Hemas. Menurutnya, Hemas mempunyai pendirian yang jelas. "Mudah-mudahan, Ibu Hemas bisa menjadi pemimpin Indonesia yang baik pada waktu yang akan datang," katanya.

Pak Sabam berpesan agar seluruh anggota DPD solid dan menjaga kehormatan lembaga itu. Ia juga meminta agar para calon ketua DPD bersaing secara sportif. "Pesan saya, tetap kompak dalam persaingan dan sesudah itu bersatu kembali," katanya.

Pada ujung pertemuan, mantan anggota DPR selama tujuh periode itu memberikan cenderamata berupa dua buku karyanya kepada Hemas. Buku itu berjudul "Politik Itu Suci" dan "Berpolitik Bersama 7 Presiden".



Sumber: Suara Pembaruan