Fahri Hamzah Kecewa Pengesahan RUU KUHP dan RUU PAS Ditunda

Fahri Hamzah Kecewa Pengesahan RUU KUHP dan RUU PAS Ditunda
Fahri Hamzah ( Foto: ANTARA )
Yustinus Paat / MPA Selasa, 24 September 2019 | 19:15 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengaku kecewa lantaran pengesahan Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RUU KUHP) dan RUU Permasyarakatan (PAS) ditunda. Menurut Fahri, revisi kedua UU tersebut sudah sesuai dengan semangat demokrasi.

"Saya sebagai eksponen reformasi kecewa kalau misal RUU KUHP (ditunda). Saya kecewa itu RUU Pemasyarakatan ditunda. Kecewa banget. Itu reformasi pemasyarakatan yang sesuai dengan standar negara demokrasi. Nah KUHP juga sesuai dengan standar demokrasi," ujar Fahri Hamzah di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (24/9/2019).

Fahri mengaku heran lantaran konsentrasi penolakan RUU KHUP yang dilakukan mahasiswa lebih terkait seksualitas, seperti soal perzinahan dan kohabitasi. Padahal, kata dia, hal-hal tersebut bisa dibahas secara detail dan pengaturan tersebut bukan bentuk represi negara terhadap masyarakat.

"Saya nggak paham itu mahasiswa ngomong seksualitas. Apa masalahnya, saya bingung yang dipersoalkan. Apakah negara represif terhadap gender? Kan tidak mungkin, karena dalam lanskap kita berdemokrasi sudah dilindungi. Kok ada kecemasan, saya nggak paham," ungkap dia.

Fahri juga menegaskan RUU KUHP yang sudah dibahas DPR dan pemerintah berada dalam koridor demokrasi. Menurut dia, roh dari RUU KUHP ini adalah ranah privat tidak diurus oleh negara, bukan sebaliknya RUU KUHP dianggap terlalu mencampuri urusan privat.

"Di dalam KUHP baru ini justru itu yang ditentang karena mazhabnya demokrasi. Mazhab demokrasi itu ranah privat tidak diurus negara. Justru itu rohnya. Maka ada kebebasan privat yang dilindugi UU," pungkas Fahri.

Sebagaimana diketahui, DPR dan pemerintah telah sepakat menunda pengesahan RUU KUHP dan RUU Pemasyarakatan.



Sumber: BeritaSatu.com