Fahri Hamzah: RUU KUHP untuk Ubah Mental Rusak

Fahri Hamzah: RUU KUHP untuk Ubah Mental Rusak
Fahri Hamzah. ( Foto: Antara )
Yustinus Paat / MPA Selasa, 24 September 2019 | 19:49 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menilai RUU KUHP sebenarnya mempunyai hal-hal positif untuk mengubah mentalitas masyarakat Indonesia yang sudah rusak lantaran selama ini hidup di bawah Undang-Undang warisan kolonial. Menurut Fahri, RUU KUHP ini hadir untuk merombak mentalitas masyarakat yang selalu ingin dianiaya negara.

"Kita ini ingin dianiaya negara. Memang mentalitas kita jelek. Kita ini sebenarnya feodal. Kita ini ingin ada Ratu Adil, ada yang menyiksa, ada yang mengontrol kita. Maunya gitu. Mentalitas kita ini masih rusak, mesti diperbaiki. KUHP ini datang untuk merombak itu," ujar Fahri Hamzah di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (24/9/2019).

RUU KUHP, kata Fahri untuk menutupi kekurangan-kekurangan dalam KUHP yang ada sekarang. Apalagi, KUHP sekarang merupakan warisan kolonial.

"Saya sebagai eksponen demokrasi hukum kita ini perlu ditutup lubang-lubangnya. UU kolonial perlu kita ganti dengan UU demokrasi," tandas dia.

Dengan semangat demokrasi, kata Fahri, pihaknya mengubah dalam RUU KUHP, dari sistem pemenjaraan menjadi sistem pemasyarakatan, dari penjara menjadi denda. Termasuk, kata dia, soal pasal pembiaran unggas, sanksinya diperingan dari pidana penjara menjadi denda.

"KUHP ini adalah KUHP demokrasi, negara batasi segala bentuk tindakan yang sifatnya represif terhadap rakyat. Maka dari penjara diganti dengan denda. Kok kita pengen balik kolonial, ada apa?," pungkas Fahri.



Sumber: BeritaSatu.com