Jaga Keutuhan NKRI, Buruh Tolak Langgar Konstitusi

Jaga Keutuhan NKRI, Buruh Tolak Langgar Konstitusi
Andi Gani Nena Wea. ( Foto: istimewa )
Erwin C Sihombing / AMA Rabu, 25 September 2019 | 12:36 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) dan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) tidak ingin melanggar konstitusi dan memanfaatkan kondisi politik yang terjadi beberapa hari terakhir, termasuk demonstrasi mahasiswa, demi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Kami menolak dengan tegas dan keras upaya-upaya, cara-cara dan tindakan yang melanggar konstitusi, serta menghindari adanya upaya memanfaatkan situasi dan kondisi politik saat ini," bunyi pernyataan sikap buruh yang disampaikan dalam konferensi pers di Hotel Puri Denpasar, Jakarta, Rabu (25/9/2019)

Hadi pada kesempatan itu pemimpin masing-masing organisasi buruh terbesar di Indonesia tersebut yakni, Andi Gani Nena Wea dari KSPI dan Said Iqbal dari KSPI.

Buruh meminta seluruh pihak untuk menahan diri dan mengedepankan keutuhan NKRI dalam bingkai Pancasila dan UUD 1956. Sekalipun begitu, mereka juga menyuarakan sikapnya. Mereka menilai, revisi UU No 13/2003 tentang Ketenagakerjaan yang diyakini merugikan buruh Indonesia.

Pemerintah bersama DPR berupaya merevisi UU Ketenagakerjaan dengan dalih menyesuaikan perekonomian dunia. UU ketenagakerjaan yang berlaku sekarang ini dianggap memberatkan dunia usaha.

Sementara menurut kalangan buruh, revisi tersebut makin memberatkan buruh karena penetapan pesangon dan upah minimum hingga sistem kontrak ditentukan atau diusulkan dari kalangan pengusaha.

Selain itu, KSPSI dan KSPI juga menuntut agar pemerintah segera membuat tim bersama untuk merevisi PP 78/2015 tentang Pengupahan. Dan membatalkan kenaikan iuran BPJS Kesehatan Kelas 3 yang dianggap memberatkan buruh dan rakyat kecil.



Sumber: Suara Pembaruan