Wartawan Jakarta Kecam Tindakan Represif Terhadap Jurnalis

Wartawan Jakarta Kecam Tindakan Represif Terhadap Jurnalis
Aksi teatrikal para jurnalis dalam aksi solidaritas di Taman Pandang, depan Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (26/9/2019). ( Foto: dok )
Fana Suparman / YUD Kamis, 26 September 2019 | 20:05 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Puluhan wartawan dari berbagai media massa mengecam aksi kekerasan yang dilakukan aparat kepolisian terhadap jurnalis yang sedang menjalankan tugasnya. Kecaman ini disampaikan para jurnalis dalam aksi solidaritas di Taman Pandang, depan Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (26/9/2019).

Dalam aksinya, para wartawan yang sehari-harinya meliput di sejumlah instansi di wilayah DKI Jakarta ini menggelar aksi teatrikal dengan menyalakan lilin dan membentangkan sejumlah spanduk berisi berbagai tuntutan terkait kebebasan pers. Di antaranya, "Tegakkan Keadilan, Jangan Rampas Kebebasan Pers", "Jangan Rampas Paksa Alat dan Bungkam Kebebasan Kami Bekerja", "Stop!!! Kekerasan Terhadap Jurnalis" dan "Wartawan Bukan Musuh Polisi".

Koordinator aksi, Rani Sanjaya menegaskan, aksi solidaritas ini digelar mengingatkan kerja Pers diatur Undang-undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers. Dengan UU itu tidak semestinya aparat kepolisian tidak bertindak semena-mena terhadap jurnalis.

"Beragam kasus kekerasan terhadap jurnalis yang dilakukan aparat kepolisian belum juga mampu mengubah keadaan. Sudut pandang yang salah dari para oknum membuat wartawan kerap kali menjadi korban pemukulan dan perampasan alat kerja," kata Rani yang merupakan kontributor MNC Group.

Untuk itu, para jurnalis menuntut periksa dan adili serta menjatuhkan sanksi tegas terhadap oknum polisi yang terlibat dalam pemukulan dan perampasan alat kerja wartawan.

"Kami juga menuntut seluruh jajaran kepolisian untuk mempelajari isi dari UU Pers," tegasnya

Diketahui, sejumlah jurnalis mendapat intimidasi, kekerasan oleh oknum aparat saat meliput rangkaian aksi demonstrasi mahasiswa dan pelajar di sekitar Gedung DPR, Selasa (24/9/2019) dan Rabu (25/9/2019). Tak hanya itu, terdapat sejumlah jurnalis yang dirampas alat kerjanya oleh pihak kepolisian.



Sumber: Suara Pembaruan