Polisi Uji Proyektil Maut ke Luar Negeri

Polisi Uji Proyektil Maut ke Luar Negeri
Ilustrasi peluru. ( Foto: ist )
Farouk Arnaz / YS Senin, 7 Oktober 2019 | 19:29 WIB

Jakarta, Beritasatu.com– Enam orang anggota Polres Kendari yang kedapatan membawa senjata api dalam aksi demo yang menyebabkan kematian mahasiswa Universitas Halu Oleo hanya disanksi disiplin.

Itu karena belum ada kepastian jika peluru yang merenggut nyawa Rendi berasal dari pistol yang mereka bawa. Proyektil yang ada di lokasi akan diuji ke Belanda dan Australia lebih dulu.

“Ini upaya kita untuk menguji secara profesional siapa pelakunya. Kita tidak menduga-duga. Mereka dalam konteks ini melanggar disiplin karena membawa senjata api saat pengamanan demo,” kata Kabag Penum Polri Kombes Asep Adi Saputra di Mabes Polri, Senin (7/10/2019).

Dalam demo berdarah itu, autopsi menunjukan jika Rendi tewas karena mengalami luka tembak, satu lagi mahasiswa tewas karena luka serius, sedangkan satu lagi ibu hamil terkena tembak di kaki.

“Dari enam orang yang sudah diperiksa itu mereka melanggar SOP pengamanan unjuk rasa. Pengamanan unjuk rasa sudah dijelaskan berkali-kali tidak boleh membawa senpi. Dalam konteks ini mereka melanggar disiplin,” tambah Adi.



Sumber: Suara Pembaruan