Gerindra Bantah Isu Prabowo Ditawari Kursi Menhan

Gerindra Bantah Isu Prabowo Ditawari Kursi Menhan
Presiden Joko Widodo saat bertemu dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di dalam gerbong kereta MRT di Jakarta, Sabtu (13/7/2019). ( Foto: Suara Pembaruan / Joanito De Saojoao )
Markus Junianto Sihaloho / FMB Selasa, 8 Oktober 2019 | 15:19 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Ketua DPR dari Fraksi Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, memastikan tidak ada pembicaraan mengenai Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto untuk menjadi menteri pertahanan atau menteri koordinator politik, hukum, dan keamanan di kabinet Jokowi periode mendatang.

"Saya klarifikasi bahwa tidak ada pembicaraan mengenai menteri pertahanan atau menko polhukam, baik ditawarkan (Jokowi, red) ataupun (Prabowo, red) meminta," kata Dasco, Selasa (8/10/2019).

Dikatakan Dasco, memang ada komunikasi antara pihak pemerintahan dengan Gerindra ketika rekonsiliasi pascapilpres 2019 dilaksanakan. Namun di dalam pertemuan itupun, pemerintah sama sekali tak menawarkan kursi kabinet. Selain itu, Gerindra juga mengedepankan konsep-konsep tentang ketahanan pangan dan energi kepada pemerintah. Kalau kemudian konsep itu diterima pemerintah, tentu akan membutuhkan orang dari Gerindra untuk merealisasikannya.

Soal Jatah Menteri Gerindra, Puan: Itu Hak Prerogatif Presiden

"Ya kalau konsepnya diterima, mungkin ya sudah bicara tentang orang-orang (yang bisa melaksanakannya)," kata Dasco.

Untuk isu Prabowo ditawari posisi menhan atau menkopolhukam, Dasco memastikan sama sekali belum mendengar hal demikian. Dia merasa heran tiba-tiba beredar pemberitaan soal hal itu.

"Nggak ada itu, saya nggak dengar. Kalau benar ada tawaran, saya pasti dengar," ujarnya.

Kalaupun ditawarkan menduduki jabatan menteri, Dasco melanjutkan, kemungkinan partainya akan menerima bila membawahi bidang pangan dan energi.

"Ya kalau diterima konsepnya, ya mungkin pos itu yang diberikan. Kan ini hak prerogatif presiden, kami juga kan nggak bisa meminta-minta, 'pak, harus Gerindra, itu harus Gerindra’. Kan nggak bisa," kata dia.

Satu hal lagi, Dasco memastikan pihaknya akan menggelar rapat kerja nasional (Rakernas) bila ada tawaran dari pemerintah untuk masuk ke dalam kabinet.

"Untuk pembicaraan soal masuk atau tidak di kabinet, nah Partai Gerindra akan memutuskan dalam suatu rakernas," katanya.



Sumber: BeritaSatu.com