Jokowi Harus Percaya Diri dalam Menentukan Kabinet
INDEX

BISNIS-27 545.471 (-7.6)   |   COMPOSITE 6413.89 (-106.77)   |   DBX 1221.71 (-6.51)   |   I-GRADE 188.988 (-3.35)   |   IDX30 542.994 (-9.18)   |   IDX80 145.925 (-3.17)   |   IDXBUMN20 438.706 (-13.3)   |   IDXESGL 150.111 (-3.04)   |   IDXG30 148.081 (-3.15)   |   IDXHIDIV20 477.43 (-7.88)   |   IDXQ30 153.853 (-2.35)   |   IDXSMC-COM 293.749 (-6.8)   |   IDXSMC-LIQ 373.577 (-15.72)   |   IDXV30 149.364 (-4.83)   |   INFOBANK15 1084.54 (-8.19)   |   Investor33 464.502 (-6.89)   |   ISSI 189.074 (-4.16)   |   JII 668.709 (-17.74)   |   JII70 233.837 (-6.47)   |   KOMPAS100 1296.34 (-25.94)   |   LQ45 1011.21 (-19.63)   |   MBX 1772.39 (-32.57)   |   MNC36 342.942 (-5.12)   |   PEFINDO25 336.865 (-11.6)   |   SMInfra18 332.042 (-9.57)   |   SRI-KEHATI 396.816 (-5.25)   |  

Jokowi Harus Percaya Diri dalam Menentukan Kabinet

Selasa, 8 Oktober 2019 | 17:47 WIB
Oleh : Carlos KY Paath / RSAT

Jakarta, Beritasatu.com – Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Sunanto mengatakan Presiden Jokowi semestinya tidak berada dalam posisi dilematis untuk menentukan komposisi kabinet. Berbeda ketika periode pertama pemerintahan. “Tapi sekarang terlihat lebih dilema dari sebelumnya,” kata pria yang akrab dipanggil Cak Nanto dalam diskusi Forum Jurnalis Merah Putih bertajuk “Jokowi di Pusaran Kepentingan: Minta Ini Minta Itu” di Jakarta, Selasa (8/10/2019).

Mengacu hasil Pemilu Legislasit (Pileg) 2019, Cak Nanto menyatakan, kekuatan pendukung Jokowi-Ma'ruf mencapai 60% di parlemen. Artinya, tambahan asupan energi politik sejatinya tidak lagi dibutuhkan.

“Kalau periode pertama kan masih agak kurang dukungannya, sehingga mengambil partai yang tidak mendukung. Mestinya saat ini Pak Jokowi percaya diri saja menentukan kabinet,” ucap Cak Nanto.

Direktur Indostrategi, Arif Nurul Imam Wacana mengatakan komposisi kabinet 55% dari profesional dan 45% kader partai politik (parpol) sangat realistis. Sesuai dengan harapan sebagian besar rakyat Indonesia.

“Wacana dari Presiden terpilih Jokowi bahwa kabinet nanti 55% profesional dan 45% kader partai, saya kira itu harapan rakyat. Kalau benar, maka realistis dan banyak yang mendukung,” kata Arif.

Arif juga menjabarkan tiga metode penyusunan kabinet. Pertama, berbasis meritokrasi atau orang yang dipilih benar-benar profesional, kompeten, dan berintegritas. Kedua, berbasis konsesi bersama antarpartai koalisi. Misalnya, partai A mendapatkan dua kursi, partai B tiga kursi dan seterusnya. “Metode ketiga yaitu kombinasi antara meritokrasi dan konsesi,” ungkap Arif.

Menurut Arif, publik sepatutnya mendorong Jokowi agar mewujudkan kabinet profesional. Meski begitu, lanjut Arif, bukan berarti partai pendukung Jokowi dan Wakil Presiden terpilih Ma'ruf Amin terabaikan.

Sebab, Arif menyatakan, tidak ada politik tanpa kepentingan. “Jadi ketika ada kepentingan politik dalam menyusun kabinet, itu alamiah. Partai memberikan dukungan tidak gratisan. Ada kompensasi yang harus didapat,” ujar Arif.

Pada kesempatan yang sama, Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kapitra Ampera menegaskan, dukungan terhadap pasangan Jokowi-Ma'ruf di luar koalisi pasti dengan syarat. “Koalisi tanpa syarat itu bohong. Koalisi itu pasti minta bagi-bagi kekuasaan,” kata Kapitra.

Kapitra menuturkan, politik memerlukan kekuasaan yang bertujuan mengangkat citra partai atau figur tertentu. Apabila partai atau tokoh tidak dikenal, maka sulit meneruskan estafet kepemimpinan ke depan. Ditambah sebagian besar pemilih Indonesia, memilih berdasarkan popularitas.

“Paling diincar itu posisi menteri BUMN (Badan Usaha Milik Negara), karena bisa untuk menunjang operasional parpol,” ucap Kapitra.

Menurut Kapitra, masyarakat tentu menginginkan adanya partai oposisi di parlemen. Dengan demikian, terjadi check and balances antara eksekutif dan legislatif. “Masyarakat tidak ingin ada kompromi. Jalan satu-satunya, partai yang oposisi kembali ke tempat sebagai oposisi konstruktif. Partai yang serakah, bangun dong supaya jadi kuat. Demokrasi mati tanpa oposisi,” tegas Kapitra.



Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Puan: DPR Dorong Kritik Membangun Terhadap Pemerintah

Puan Maharani memastikan pihaknya akan memberikan kritik yang membangun kepada pemerintah.

POLITIK | 8 Oktober 2019

DPR Jamin Jokowi Dilantik Tepat Waktu

Jadwal pelantikan Jokowi dan Ma'ruf Amin tidak akan diimajukan atau dimundurkan.

POLITIK | 8 Oktober 2019

Bawaslu Protes Larangan Caleg Pezina Ikut Pilkada

Menurut Bagja, larangan tersebut berpotensi menimbulkan ketidakpastian hukum karena parameternya tidak jelas.

POLITIK | 8 Oktober 2019

Bawaslu Minta Anggaran Pilkada Serentak 2020 Segera Dituntaskan

Penyelenggaraan Pilkada serentak 2020 tidak hanya tanggung jawab KPU dan Bawaslu, tetapi pemda.

POLITIK | 8 Oktober 2019

Gerindra Bantah Isu Prabowo Ditawari Kursi Menhan

Kalau kemudian konsep itu diterima pemerintah, tentu akan membutuhkan orang dari Gerindra untuk merealisasikannya.

POLITIK | 8 Oktober 2019

Pakar: Buzzer Bukan Barang Haram

Buzzer merupakan keniscayaan di era digital yang telah berkembang pesat.

POLITIK | 8 Oktober 2019

Yunarto Wijaya: Buzzer Tidak Terelakkan di Era Keterbukaan

"Di era keterbukaan seperti sekarang ini, setiap orang bisa jadi jurnalis, bisa punya media sendiri, maka buzzer juga tak terelakan keberadaannya," ujar Yunarto

POLITIK | 8 Oktober 2019

Kepala Staf Kepresidenan Minta Buzzer Berhenti Menyakiti

Pilihan terhadap diksi-diksi yang negatif dan menyerang pihak tertentu sebaiknya tidak digunakan.

POLITIK | 8 Oktober 2019

Pembentukan Susunan AKD MPR Diputuskan Besok

Bamsoet meyakini tidak akan ada dinamika dan gejolak berarti dalam mengambil berbagai keputusan mengenai pembagian tugas wakil ketua MPR maupun AKD MPR.

POLITIK | 8 Oktober 2019

Dikomandoi Puan, Pimpinan DPR Sidak Lingkungan DPR

Puan bersama Sufmi Dasco Ahmad, Aziz Syamsuddin, dan Rachmat Gobel melakukan sidak.

POLITIK | 8 Oktober 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS