Cak Nanto: Jokowi Butuh Pembantu Berkualitas
INDEX

BISNIS-27 545.471 (-7.6)   |   COMPOSITE 6413.89 (-106.77)   |   DBX 1221.71 (-6.51)   |   I-GRADE 188.988 (-3.35)   |   IDX30 542.994 (-9.18)   |   IDX80 145.925 (-3.17)   |   IDXBUMN20 438.706 (-13.3)   |   IDXESGL 150.111 (-3.04)   |   IDXG30 148.081 (-3.15)   |   IDXHIDIV20 477.43 (-7.88)   |   IDXQ30 153.853 (-2.35)   |   IDXSMC-COM 293.749 (-6.8)   |   IDXSMC-LIQ 373.577 (-15.72)   |   IDXV30 149.364 (-4.83)   |   INFOBANK15 1084.54 (-8.19)   |   Investor33 464.502 (-6.89)   |   ISSI 189.074 (-4.16)   |   JII 668.709 (-17.74)   |   JII70 233.837 (-6.47)   |   KOMPAS100 1296.34 (-25.94)   |   LQ45 1011.21 (-19.63)   |   MBX 1772.39 (-32.57)   |   MNC36 342.942 (-5.12)   |   PEFINDO25 336.865 (-11.6)   |   SMInfra18 332.042 (-9.57)   |   SRI-KEHATI 396.816 (-5.25)   |  

Cak Nanto: Jokowi Butuh Pembantu Berkualitas

Selasa, 8 Oktober 2019 | 18:11 WIB
Oleh : Carlos KY Paath / RSAT

Jakarta, Beritasatu.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) dinilai membutuhkan anggota kabinet yang benar-benar berkualitas. Sekalipun calon menteri tersebut merupakan kader partai politik (parpol) pendukung Jokowi.

“Pak Jokowi butuh pembantu yang berkualitas. Kader parpol harus punya kemampuan mewujudkan cita-cita Pak Jokowi yaitu melanjutkan pembangunan infrastruktur, sumber daya manusia, investasi, pembenahan birokrasi, dan penggunaan APBN tepat guna,” kata Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Sunanto.

Hal itu disampaikan pria yang akrab dipanggil Cak Nanto tersebut dalam diskusi Forum Jurnalis Merah Putih bertajuk “Jokowi di Pusaran Kepentingan: Minta Ini Minta Itu” di Jakarta, Selasa (8/10/2019).

“Kami harap Pak Jokowi juga tidak hanya fokus calon-calon menteri dari partai. Tapi harus fokus bagaimana calon-calon profesional,” ujar Cak Nanto.

Menurut Cak Nanto, Jokowi sepatutnya menjadi garda terdepan untuk mengayomi semua kepentingan bangsa. “Jangan sampai terjebak permainan partai pendukung, karena kelihatannya didikte partai pendukung,” ucap Cak Nanto.

Cak Nanto menambahkan, proporsi menteri antara profesional dan kader partai harus berimbang. Jokowi juga diharapkan meminta masukan publik. “Seharusnya publik diminta saja aspirasi,” demikian Cak Nanto.

Pada kesempatan yang sama, Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Kapitra Ampera mengatakan, setiap kelompok semestinya tidak berlomba-lomba masuk kekuasaan. Sebab Presiden membutuhkan pengawasan dari luar pemerintahan.

“Partai modern harusnya bukan memperebutkan kekuasaan. Tapi mengawal kekuasaan agar tidak disalahgunakan,” kata Kapitra.



Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Teras Narang Pimpin Komite I DPD

Teras meyakini bisa memimpin Komite I yang mengurusi pemerintahan, pemekaran wilayah, dana desa dan proses pemilu.

POLITIK | 8 Oktober 2019

Jokowi Harus Percaya Diri dalam Menentukan Kabinet

Presiden Jokowi semestinya tidak berada dalam posisi dilematis untuk menentukan komposisi kabinet, karena kekuatan pendukungnya mencapai 60% di parlemen.

POLITIK | 8 Oktober 2019

Puan: DPR Dorong Kritik Membangun Terhadap Pemerintah

Puan Maharani memastikan pihaknya akan memberikan kritik yang membangun kepada pemerintah.

POLITIK | 8 Oktober 2019

DPR Jamin Jokowi Dilantik Tepat Waktu

Jadwal pelantikan Jokowi dan Ma'ruf Amin tidak akan diimajukan atau dimundurkan.

POLITIK | 8 Oktober 2019

Bawaslu Protes Larangan Caleg Pezina Ikut Pilkada

Menurut Bagja, larangan tersebut berpotensi menimbulkan ketidakpastian hukum karena parameternya tidak jelas.

POLITIK | 8 Oktober 2019

Bawaslu Minta Anggaran Pilkada Serentak 2020 Segera Dituntaskan

Penyelenggaraan Pilkada serentak 2020 tidak hanya tanggung jawab KPU dan Bawaslu, tetapi pemda.

POLITIK | 8 Oktober 2019

Gerindra Bantah Isu Prabowo Ditawari Kursi Menhan

Kalau kemudian konsep itu diterima pemerintah, tentu akan membutuhkan orang dari Gerindra untuk merealisasikannya.

POLITIK | 8 Oktober 2019

Pakar: Buzzer Bukan Barang Haram

Buzzer merupakan keniscayaan di era digital yang telah berkembang pesat.

POLITIK | 8 Oktober 2019

Yunarto Wijaya: Buzzer Tidak Terelakkan di Era Keterbukaan

"Di era keterbukaan seperti sekarang ini, setiap orang bisa jadi jurnalis, bisa punya media sendiri, maka buzzer juga tak terelakan keberadaannya," ujar Yunarto

POLITIK | 8 Oktober 2019

Kepala Staf Kepresidenan Minta Buzzer Berhenti Menyakiti

Pilihan terhadap diksi-diksi yang negatif dan menyerang pihak tertentu sebaiknya tidak digunakan.

POLITIK | 8 Oktober 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS