Jelang Pelantikan, Ketum PBNU: Jokowi-Ma'ruf Simbol Kemenangan Nasionalis-Santri

Jelang Pelantikan, Ketum PBNU: Jokowi-Ma'ruf Simbol Kemenangan Nasionalis-Santri
Presiden Jokowi didampingi Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj pada acara Pembukaan Munas Alim Ulama dan Konbes NU di Pondok Pesantren Miftahul Huda Al-Azhar, Citangkolo, Kota Banjar, Jawa Barat, Rabu (27/2019). ( Foto: istimewa / istimewa )
Markus Junianto Sihaloho / CAH Rabu, 9 Oktober 2019 | 06:41 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Jelang pelantikan Joko Widodo (Jokowi) - KH Ma'ruf Amin pada 20 Oktober, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdatul Ulama (NU) KH Said Agil Siradj menyatakan pasangan itu adalah simbol kemenangan nasionalis-santri.

Kata Kiai Said, Jokowi adalah seorang nasionalis sekaligus santri. Sebab Jokowi juga melaksanakan rukun Islam dengan baik seperti sholat lima waktu, puasa Senin-Kamis, hingga umroh dan naik haji. Di sisi lain, selain seorang santri, Kiai Ma'ruf juga adalah seorang nasionalis sejati.

"Maka kemenangan Jokowi-Ma'ruf alhamdullilah adalah simbol kemenangan Nasionalis dan Santri," kata Kiai Said Agil.

Hal itu disampaikan Kiai Said di hadapan lebih dari seribu santriwan dan santriwati di Pondok Pesantren Al Tsafaqah di Jakarta Selatan, Selasa (8/10/2019) malam. Momentumnya adalah silaturahmi santri pondok yang diasuk Kiai Said tersebut dengan DPP PDI Perjuangan.

Rombongan partai itu dipimpin oleh Sekretaris Jenderal Hasto Kristiyanto, bersama sejumlah kader partai itu. Diantaranya adalah Gus Nabiel Haroen yang juga Ketua Pencak Silar NU Pagar Nusa, Sekjen Baitul Muslimin Indonesia Gus Falah Amru yang hadir bersama Wasekjennya Rahmat Sahid, dan beberapa anggota DPRD DKI Jakarta.

Kiai Said mengatakan pihaknya bersyukur bahwa di bawah pemerintahan Jokowi, sudah disahkan UU Pesantren. PDI Perjuangan termasuk yang ngotot mengundangkannya. Bukan hanya RUU Pesantren, PDI Perjuangan juga bekerja keras menggolkan disahkannya Hari Santri oleh Presiden Jokowi. Sebaliknya tokoh NU yang didepan mengusulkan Hari Pancasila 1 Juni.

Dengan UU Pesantren itu, lanjut Kiai Said, maka peningkatan kualitas pesantren akan lebih terjamin. Sebab perhatian negara akan lebih dijaminkan termasuk penganggarannya.

"Mudah-mudahan nanti ada menteri urusan pesantren dan di APBN ada anggaran untuk pesantren," katanya.

Apapun itu, Kiai Said meyakini segala permasalahan dan manajemen negara ke depan akan lebih baik. "Selesai masalah Indonesia kalau santri dan nasionalis sudah bersatu," tandasnya.

Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, meminta izin kepada Kiai Said untuk membagikan sejumlah buku tentang Bung Karno dan Islam. Hal itu demi semakin memperkuat pemahaman bahwa bagaimanapun kaum Nasionalis dan Islam adalah yang sejak awal kokoh memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

"Kita adalah satu saudara sebangsa yang tak bisa dibeda-bedakan. Kekuatan Indonesia berakar dari kekuatan Nasionalis dan Nahdliyin," tandas Hasto.



Sumber: BeritaSatu.com