Jelang Pelantikan, Ketum PBNU: Jokowi-Ma'ruf Simbol Kemenangan Nasionalis-Santri
Logo BeritaSatu

Jelang Pelantikan, Ketum PBNU: Jokowi-Ma'ruf Simbol Kemenangan Nasionalis-Santri

Rabu, 9 Oktober 2019 | 06:41 WIB
Oleh : Markus Junianto Sihaloho / CAH

Jakarta, Beritasatu.com - Jelang pelantikan Joko Widodo (Jokowi) - KH Ma'ruf Amin pada 20 Oktober, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdatul Ulama (NU) KH Said Agil Siradj menyatakan pasangan itu adalah simbol kemenangan nasionalis-santri.

Kata Kiai Said, Jokowi adalah seorang nasionalis sekaligus santri. Sebab Jokowi juga melaksanakan rukun Islam dengan baik seperti sholat lima waktu, puasa Senin-Kamis, hingga umroh dan naik haji. Di sisi lain, selain seorang santri, Kiai Ma'ruf juga adalah seorang nasionalis sejati.

"Maka kemenangan Jokowi-Ma'ruf alhamdullilah adalah simbol kemenangan Nasionalis dan Santri," kata Kiai Said Agil.

Hal itu disampaikan Kiai Said di hadapan lebih dari seribu santriwan dan santriwati di Pondok Pesantren Al Tsafaqah di Jakarta Selatan, Selasa (8/10/2019) malam. Momentumnya adalah silaturahmi santri pondok yang diasuk Kiai Said tersebut dengan DPP PDI Perjuangan.

Rombongan partai itu dipimpin oleh Sekretaris Jenderal Hasto Kristiyanto, bersama sejumlah kader partai itu. Diantaranya adalah Gus Nabiel Haroen yang juga Ketua Pencak Silar NU Pagar Nusa, Sekjen Baitul Muslimin Indonesia Gus Falah Amru yang hadir bersama Wasekjennya Rahmat Sahid, dan beberapa anggota DPRD DKI Jakarta.

Kiai Said mengatakan pihaknya bersyukur bahwa di bawah pemerintahan Jokowi, sudah disahkan UU Pesantren. PDI Perjuangan termasuk yang ngotot mengundangkannya. Bukan hanya RUU Pesantren, PDI Perjuangan juga bekerja keras menggolkan disahkannya Hari Santri oleh Presiden Jokowi. Sebaliknya tokoh NU yang didepan mengusulkan Hari Pancasila 1 Juni.

Dengan UU Pesantren itu, lanjut Kiai Said, maka peningkatan kualitas pesantren akan lebih terjamin. Sebab perhatian negara akan lebih dijaminkan termasuk penganggarannya.

"Mudah-mudahan nanti ada menteri urusan pesantren dan di APBN ada anggaran untuk pesantren," katanya.

Apapun itu, Kiai Said meyakini segala permasalahan dan manajemen negara ke depan akan lebih baik. "Selesai masalah Indonesia kalau santri dan nasionalis sudah bersatu," tandasnya.

Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, meminta izin kepada Kiai Said untuk membagikan sejumlah buku tentang Bung Karno dan Islam. Hal itu demi semakin memperkuat pemahaman bahwa bagaimanapun kaum Nasionalis dan Islam adalah yang sejak awal kokoh memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

"Kita adalah satu saudara sebangsa yang tak bisa dibeda-bedakan. Kekuatan Indonesia berakar dari kekuatan Nasionalis dan Nahdliyin," tandas Hasto.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pengamat Nilai Prabowo Lebih Elegan Masuk Jajaran Watimpres

Ireng menilai sampai saat ini Prabowo masih diperhitungkan sebagai salah satu kekuatan politik arus utama.

POLITIK | 9 Oktober 2019

Mundur, Pelantikan Presiden-Wapres Digelar 20 Oktober Sore Hari

Awalnya, pelantikan direncanakan pukul 10.00 WIB, dan diganti menjadi pukul 16.00 WIB.

POLITIK | 9 Oktober 2019

Ini Pimpinan 10 Alat Kelengkapan DPD

Berikut pimpinan 10 Alat Kelengkapan (Alkel) DPD periode 2019-2020.

POLITIK | 8 Oktober 2019

Ketua MPR: Pelantikan Presiden Akan Berjalan Aman

Jika pelantikan presiden tidak aman, maka negara lain akan memandang rendah serta mencibir bangsa Indonesia.

POLITIK | 8 Oktober 2019

Pengamat: Memangnya Buzzer Bisa Ditertibkan?

Menurut Pengamat Media Sosial Ismail Fahmi buzzer juga ada di oposisi atau pihak pihak yang ikut bermain dalam percakapan media sosial.

POLITIK | 8 Oktober 2019

MPR Akan Selesaikan Pembagian Alat Kelengkapan dengan Musyawarah

Semua tugas akan dibagi rata ke seluruh pimpinan MPR.

POLITIK | 8 Oktober 2019

Rencana Demo Perppu KPK, Dasco: Unjuk Rasa Harus Bermartabat

Sufmi mengimbau kepada adik-adik mahasiswa menjalankan demo dengan bermartabat.

POLITIK | 8 Oktober 2019

Penentuan Kabinet, Kapitra: Tak Perlu Libatkan KPK

Penentuan komposisi kabinet merupakan hak prerogatif dari presiden.

POLITIK | 8 Oktober 2019

Cak Nanto: Jokowi Butuh Pembantu Berkualitas

Jokowi butuh pembantu yang berkualitas yan melanjutkan pembangunan infrastruktur, SDM, investasi, pembenahan birokrasi, dan penggunaan APBN secara tepat guna.

POLITIK | 8 Oktober 2019

Teras Narang Pimpin Komite I DPD

Teras meyakini bisa memimpin Komite I yang mengurusi pemerintahan, pemekaran wilayah, dana desa dan proses pemilu.

POLITIK | 8 Oktober 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS